{"id":12622,"date":"2022-11-24T01:55:00","date_gmt":"2022-11-23T18:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12622"},"modified":"2022-11-22T15:04:08","modified_gmt":"2022-11-22T08:04:08","slug":"cara-membuat-struktur-website-yang-seo-friendly","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-membuat-struktur-website-yang-seo-friendly\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly"},"content":{"rendered":"\n<p>Struktur website yang baik memudahkan navigasi user sekaligus bagus untuk SEO. Sebaliknya, tanpa struktur yang baik, website kalian akan tampak berantakan dan susah dinavigasi. Yuk belajar <strong>Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly<\/strong> di artikel ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Struktur Website?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Struktur website adalah susunan halaman-halaman penting yang ada di website. Biasanya, struktur atau arsitektur website ini akan terlihat dari navigasi utama atau menu.<\/p>\n\n\n\n<p>Struktur website yang baik membuat berbagai halaman di website kalian saling terhubung. Dengan begitu, pengunjung bisa merasakan<em> user experience<\/em> yang baik. Sebab, pengunjung bisa dengan mudah menemukan informasi yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, struktur website tak hanya penting untuk sudut pandang <em>user<\/em>. Ia juga penting untuk&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/panduan-seo-youtube-2022-terbaru\/\">SEO<\/a>. Sebab, dengan struktur website yang baik, bot Google akan lebih mudah menelusuri halaman website. Hal ini berpengaruh juga ke penentuan ranking halaman website di mesin pencari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Macam-Macam Tipe Struktur Website<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Struktur website terdiri dari empat tipe, yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"502\" height=\"228\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-1.png\" alt=\"tipe struktur website\" class=\"wp-image-12627\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Hierarki<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Struktur web pertama adalah Hierarki yang paling umum dan banyak digunakan. Bentuk dari struktur ini seperti pohon dengan detail.<\/p>\n\n\n\n<p>Hierarki adalah struktur web yang terdiri dari parent page dengan info lebih umum dan luas.<em> Parent page<\/em> ini kemudian dikategorikan menjadi beberapa <em>child pages <\/em>dengan informasi tambahan dan lebih detail.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Matriks<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Struktur web matriks terdiri dari banyak <em>link <\/em>yang relevan dan berhubungan dengan pengguna. Struktur web matriks ini dapat berupa kumpulan topik dan pengguna dapat memilih <em>link <\/em>atau <em>page <\/em>mana yang ingin mereka akses.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Linier<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Liner merupakan struktur paling sederhana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai namanya, struktur web ini terdiri dari informasi yang tersusun secara linier, mulai dari yang paling umum hingga yang paling spesifik. Linier juga bisa dibentuk struktur web secara alfabetik, dan cocok digunakan untuk website edukasi, pendidikan atau training.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Network<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Struktur website tipe ini lebih dinamis dibanding yang lain. Dengan struktur tipe ini, <em>user <\/em>bisa bebas menentukan <em>link <\/em>atau <em>page <\/em>apa yang mereka ingin kunjungi selanjutnya. <em>User <\/em>dapat memiliki pengalaman pencarian mereka sendiri dengan memanfaatkan fitur <em>search<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk membuat struktur website yang SEO <em>friendly<\/em>, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Buat Rencana Dahulu&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Coba tulis semua ide konten yang ingin dimasukkan ke website. Lalu, kelompokkan semua konten tersebut dalam kategori yang lebih umum. Kemudian susun semuanya hingga saling berhubungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Perhatikan Link Halaman di Homepage<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Homepage <\/em>berada di urutan paling atas dari struktur website. Artinya, <em>homepage <\/em>menjadi halaman pertama yang diakses pengunjung sebelum ke halaman-halaman lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah kenapa kalian perlu menautkan beberapa <em>link <\/em>halaman paling penting ke <em>homepage<\/em>. Dengan begitu, peluang pengunjung untuk membuka halaman penting jadi lebih besar. Mereka pun akan menemukan informasi dengan lebih mudah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Buat Navigasi yang Jelas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk memiliki <em>homepage <\/em>dengan struktur yang baik, perlu membuat navigasi yang jelas. Ada dua jenis navigasi yang bisa ditambahkan di website, yaitu menu dan <em>breadcrumbs<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menu<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Menu adalah elemen navigasi utama yang ada di dalam website. Biasanya, menu utama diletakkan di bagian atas <em>homepage<\/em>. Tepatnya, di samping persis logo atau nama website.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang menggunakan menu untuk menampilkan halaman kategori yang memuat banyak sekali konten. Selain itu, menu bisa juga dipakai untuk menghubungkan ke halaman <em>landing page<\/em> ataupun halaman kontak.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Breadcrumbs&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Breadcrumbs <\/em>adalah navigasi tambahan yang ada di sebuah website. Navigasi ini berbentuk teks berisi link dan biasanya berada di atas judul halaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Breadcrumbs <\/em>membantu <em>visitor <\/em>mengetahui posisi mereka di website kalian. Berikut ini contoh <em>breadcrumbs trail<\/em> di sebuah website.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"547\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-2.png\" alt=\"struktur website\" class=\"wp-image-12628\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-2.png 1024w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-2-800x427.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Gunakan Taksonomi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Coba gunakan sistem <strong>taxonomies <\/strong>yang ada di&nbsp; <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/wordpress-hosting\/\">WordPress <\/a>atau CMS lainnya agar navigasi yang kalian buat lebih teratur. Taxonomies dipakai untuk mengelompokkan konten berdasarkan kategori atau tag. Sehingga, <em>visitor <\/em>bisa lebih mudah mencari artikel lain yang setopik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Categories<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Satu blog bisa terdiri dari beberapa kategori umum.&nbsp; Kalau di toko online fashion sih, biasanya bisa dibuat kategori seperti \u201cWanita\u201d, \u201cPria\u201d, \u201cAnak-anak\u201d, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, tiap kategori tersebut masih bisa dibuat lebih detail dengan subkategori. Misalnya di \u201cKaos\u201d, \u201cKemeja\u201d, \u201cPiyama\u201d, \u201cJaket\u201d, \u201cPakaian Dalam\u201d, \u201cBawahan\u201d, dan lain-lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1160\" height=\"552\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-3-1160x552.png\" alt=\"taksonomi\" class=\"wp-image-12629\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-3-1160x552.png 1160w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-3-800x381.png 800w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-3.png 1299w\" sizes=\"auto, (max-width: 1160px) 100vw, 1160px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tags<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Selain membuat kategori, bisa juga menggunakan tag untuk mengelompokkan konten. Berbeda dengan kategori yang strukturnya berupa hirarki, tag tidak memiliki struktur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, tag tetap penting untuk digunakan. Tag bisa menunjukkan ke <em>visitor<\/em>, bahwa ada produk atau <em>post <\/em>lain yang berkaitan. Jadi, pengunjung website bisa mencari konten lain yang menurut mereka menarik.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"530\" height=\"340\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Cara-Membuat-Struktur-Website-yang-SEO-Friendly-4.png\" alt=\"tags\" class=\"wp-image-12630\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Sisipkan Internal Link<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Mungkin kalian sudah mulai paham kalau struktur website berhubungan dengan kategorisasi konten dan tautan link ke konten yang berhubungan. Oleh karena itu, kini saatnya belajar cara menggunakan internal link.<\/p>\n\n\n\n<p>Internal link adalah istilah untuk menghubungkan konten-konten di website kalian. Internal link ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Dua halaman yang terhubung harus memiliki topik yang berkaitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini pembahasan lebih lanjut tentang internal link untuk dua macam website:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Internal Link untuk Blog<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Untuk blog, sama seperti menyusun hierarki kategori tadi. Kalian harus menulis beberapa topik yang lebih umum atau luas cakupannya terlebih dahulu. Lalu baru kalian buat berbagai post dari beberapa topik utama tadi. Jika sudah, kalian bisa memberikan internal link di konten-konten yang masih saling terkait topiknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Usahakan untuk memberikan banyak internal link yang relevan ke blog post kalianyang penting. Sehingga, <em>visitor <\/em>tidak hanya akan berhenti di halaman penting tapi juga di halaman terkait lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Internal Link untuk Online Shop<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Internal link di online shop punya cara kerja yang berbeda dengan yang di blog. Di <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/perbedaan-marketplace-online-shop-dan-e-commerce\/\">online shop<\/a>, kalian ingin visitor untuk tetap di satu halaman, sampai ia melakukan pembelian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Makanya, internal link untuk online shop harus bisa mengarahkan pengunjung ke pilihan produk atau deal yang lebih menguntungkan. Berikut ini trik-trik khusus internal link di online shop:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Link dari bundle produk ke produk yang lebih spesifik.<\/li><li>Link yang mengarah ke bagian, \u201cPelanggan juga membeli produk ini..\u201d<\/li><li>Link yang mengarah ke bagian \u201cBest seller product\u201d atau \u201cLebih murah dengan membeli juga produk yang lain\u201d.<\/li><li>Link yang mengarah ke bagian \u201cProduk lain yang sejenis\u201d.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Kelola Struktur Website Kalian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah struktur website kalian selesai dibuat pun, tugas kalian tak serta merta selesai. Kalian tetap harus melakukan <em>maintenance<\/em>. Kalian harus terus memperhatikan struktur website ketika menambahkan konten baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, arsitektur website adalah bagian dari strategi SEO jangka panjang kalian. Untuk mengelola struktur website, kalian perlu melakukan beberapa hal di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Audit konten&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Audit konten berarti jika punya artikel yang sudah kedaluarsa, kalian harus mengupdate dan kemudian mempublikasikannya ulang. Misal ada artikel yang tak pernah dikunjungi, bisa mempertimbangkan untuk menghapusnya saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Eitss, jangan sembarangan menghapus <em>page <\/em>atau artikel ya! Karena, jika sampai Google tidak bisa menemukan halaman karena sudah dihapus maka <em>user <\/em>kalian akan mendapatkan 404 error page. Jika sudah begitu, SEO website akan jadi buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencegahnya, kalian perlu melakukan <em>redirect <\/em>URL halaman yang sudah dihapus. Dengan melakukan <em>redirect <\/em>halaman, alih-alih menemukan halaman error 404, <em>user <\/em>kalian akan menemukan halaman lain yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hindari Keyword yang Sama&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kalian harus berhati-hati dengan <em>keyword <\/em>yang sama atau sangat mirip ketika menambahkan konten.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak, kalian bisa saja kehilangan ranking di Google. Hal itu karena kalian berkompetisi dengan artikel di web kalian sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, perlu untuk melakukan riset <em>performance <\/em>konten kalian. Sehingga, kalian tahu harus berbuat apa. Misalnya, apakah perlu menggabungkan konten dengan <em>keyword <\/em>yang sama atau melakukan <em>redirect<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cek Kembali Taksonominya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Coba cek kembali apakah susunan kategori dan subkategori website kalian masih sesuai dengan konten yang dibuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, ada satu kategori yang berisi lebih banyak konten dibanding kategori lainnya. Artinya, mungkin saja kalian perlu membuat kategori baru. Sebaliknya, jika ada kategori yang berisi hanya sedikit <em>page<\/em>, lebih baik hapus saja kategori tersebut. Kalian bisa juga pilih pindahkan halaman tersebut dan gabungkan ke kategori yang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, jika kalian membuat <em>sitemap <\/em>HTML secara manual, usahakan untuk memperbarui <em>sitemap <\/em>tersebut setelah mengubah struktur situs kalian. Namun, jika kalian memiliki <em>sitemap <\/em>XML, lakukan<em> re-submit sitemap<\/em> itu kembali ke Google Console.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pentingnya Struktur Website yang Baik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain digunakan untuk melakukan optimasi SEO, ada beberapa alasan dari pentingnya struktur web yang baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Mempengaruhi User Experience<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>User experience <\/em>adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi struktur website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika website memiliki struktur yang baik dan jelas serta dilengkapi dengan navigasi yang memudahkan <em>user<\/em> maka <em>user experience<\/em> yang dimiliki oleh website kalian juga akan jadi lebih bagus, <em>loading page<\/em> lebih cepat sehingga pengunjung akan nyaman berlama-lama mengakses website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, jika memiliki struktur web yang baik, robot mesin pencari juga akan senang mengakses halaman website sehingga dapat meningkatkan <em>traffic<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Memudahkan Proses Crawling Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan memiliki struktur web yang baik, <em>crawling <\/em>Google akan jadi lebih mudah dan lancar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika proses <em>crawling<\/em>-nya cukup lancar maka website akan mendapatkan evaluasi dari Google, seperti website ini layak atau tidak ya untuk direkomendasikan Google masuk pada halaman pertama. Apakah website ini cukup memudahkan pengunjung untuk mendapatkan informasi?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika suatu website tidak memiliki struktur yang baik maka mesin pencari seperti Google akan kesulitan melakukan pengindeksan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, website akan sulit ditemukan di mesin pencari, meskipun konten yang dimiliki itu bagus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Bisa Memberikan Sitelinks<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, alasan penting memiliki struktur website yang baik adalah dapat memberikan <em>sitelink<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <em>sitelink <\/em>ini, kalian bisa mendapatkan tampilan unik pada hasil mesin pencari Google. Mendapatkan <em>sitelink <\/em>juga bermanfaat untuk SEO seperti meningkatkan reputasi <em>brand<\/em>, meningkatkan kepercayaan pelanggan, hingga bisa meningkatkan <em>conversion rate<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Menghindari Adanya Kompetisi Konten di Website yang Sama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Memiliki struktur website juga bermanfaat untuk menghindari <em>cannibal content<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Woww, apaan tuh?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Intinya, <em>cannibal content<\/em> adalah konten yang memiliki potensi untuk saling berkompetisi dan kompetisi semacam ini biasanya akan merugikan dan akan mengurangi trafik dari website itu sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Agar terhindar dari kerugian ini, kalian bisa membuat struktur web dengan taksonomi dan internal link yang baik. Jadi, konten tidak saling berhubungan dan kecil kemungkinan untuk menjadi <em>cannibal content<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Wah, ternyata struktur website tak hanya bermanfaat dalam memberikan kemudahan navigasi website bagi <em>user<\/em> namun juga sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi proses <em>crawling <\/em>oleh Google.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kalian sedang mengembangkan sebuah website, jangan lupa untuk memperhatikan struktur website agar halaman web kalian memiliki reputasi baik di mata Google maupun audiens, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Struktur website yang baik memudahkan navigasi user sekaligus bagus untuk SEO. Sebaliknya, tanpa struktur yang baik, website kalian akan tampak berantakan dan susah dinavigasi. Yuk belajar Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly di artikel ini! Apa Itu Struktur Website? Struktur website adalah susunan halaman-halaman penting yang ada di website. Biasanya, struktur atau arsitektur website &#8230; <a title=\"Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-membuat-struktur-website-yang-seo-friendly\/\" aria-label=\"Read more about Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4017,283,7,4020,4018,4019],"class_list":["post-12622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-struktur-website","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-membuat-struktur-website","tag-struktur-website-adalah","tag-tipe-struktur-website","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12622"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12649,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12622\/revisions\/12649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}