{"id":12418,"date":"2022-10-24T10:43:00","date_gmt":"2022-10-24T03:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12418"},"modified":"2022-10-19T08:19:06","modified_gmt":"2022-10-19T01:19:06","slug":"pengertian-sitemap-dan-cara-membuat-sitemap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-sitemap-dan-cara-membuat-sitemap\/","title":{"rendered":"Pengertian Sitemap dan Cara Membuat Sitemap"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sudah tahu kan ya bahwa dua hal utama yang biasanya menjadi perhatian adalah <a href=\"\/web-hosting\/\">web hosting<\/a> dan <a href=\"\/domain\/\">domain<\/a> saat mau membuat website. Okay, setelah semuanya online, kalian tak boleh membiarkan website begitu saja. Kalian perlu memperhatikan di area <em>back-end<\/em> agar website kalian lebih optimal, yakni sitemap. Tak usah pusing lama-lama, langsung simak yuk <strong>Pengertian Sitemap dan Cara Membuat Sitemap<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Sitemap?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mudahnya, sitemap adalah \u2018map\u2019 atau peta yang menjabarkan setiap halaman di website kalian. Peta ini bukan sekadar elemen navigasi yang ditampilkan di bawah bagian header. Sitemap dibuat dalam format <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/10-xml-sitemap-generator-tools-terbaik\/\">XML <\/a>(<em>Extensible Markup Language<\/em>) dan digunakan oleh AI untuk mempermudah <em>indexing <\/em>website.<\/p>\n\n\n\n<p>Mesin pencari seperti Google menggunakan sitemap XML untuk menyimpan halaman web secara lebih efisien sehingga memberikan hasil yang lebih baik bagi <em>user <\/em>saat menelusuri istilah terkait.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Sitemap bagi Website<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi utama sitemap adalah untuk membantu memaksimalkan strategi <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/17-taktik-untuk-membuat-konten-yang-menarik-dan-ramah-seo\/\">SEO <\/a>website.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, mesin pencari menggunakan <em>crawler <\/em>untuk menelusuri website dan mengindeksnya sekaligus agar bisa memahami kontennya secara lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menyediakan sitemap, konten bisa diindeks lebih cepat karena <em>crawler <\/em>jadi tahu ke mana saja mereka harus menelusuri website kalian. Hasilnya, konten dari website nantinya bisa dilihat di mesin pencari saat seseorang mencari istilah tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>jSitemap ini berisi informasi yang sangat relevan tentang website kalian, seperti frekuensi update, keterkaitan suatu halaman dengan halaman lainnya dan <em>landing page<\/em>, serta tingkat kepentingan halaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, sitemap juga akan memberi tahu mesin pencari bahwa website kalian tidak memiliki konten duplikat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Sitemap<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Langkah pertama dalam cara membuat sitemap biasanya adalah dengan mencari tahu tata letak jalur website kalian, baik menggunakan generator maupun manual. Semakin simpel struktur website, semakin mudah bagi <em>crawler <\/em>untuk menentukan peringkat di <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/alat-pengoptimalan-google-serp-snippet\/\">SERP<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, sebagian besar pakar SEO menyarankan agar kalian membuat sitemap dalam struktur sesederhana mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>Oke, silakan lihat contohnya dari template sitemap website di bawah ini ini.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Pengertian-Sitemap-dan-Cara-Membuat-Sitemap-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"562\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Pengertian-Sitemap-dan-Cara-Membuat-Sitemap-1.png\" alt=\"pengertian sitemap\" class=\"wp-image-12429\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Hanya ada tiga tingkatan dalam sitemap di atas yang ditunjukkan dengan warna hitam, biru, dan hijau. Semakin ke atas berarti halaman tersebut lebih penting daripada halaman-halaman di bawahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika halaman dengan warna hijau tidak ada, website tetap akan memiliki struktur utamanya. Namun, tanpa adanya halaman dengan warna biru, bagian-bagian yang berwarna hijau pun akan kacau.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Sitemap secara Manual<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalau sudah menguasai HTML, kalian bisa membuat sitemap secara manual, kok. Sebab XML juga merupakan salah satu bentuk bahasa <em>markup<\/em> sehingga kalian seharusnya tidak akan menjumpai masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Prosesnya sederhana: kalian cukup membuat file teks dengan ekstensi<strong> .xml<\/strong> lalu masukkan kode yang berisi informasi relevan. Berikut ini contoh tampilannya:<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; ?xml version=\u201d 1.0 encoding=\u201dUTF- 8 ? &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; urlset xmlns=&#8221;contoh. com &gt; _<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; url &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; loc &gt; http:\/\/www.example.com\/ &lt;\/loc&gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; lastmod &gt; 2005 &#8211; 01 &#8211; 01 &lt; \/lastmod &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; changefreq &gt; bulanan &lt; \/changefreq &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; prioritas &gt; 0,8 &lt; \/prioritas &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; \/url &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt; \/urlset &gt;<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah selesai, pastikan untuk memvalidasi sitemap XML menggunakan sitemap validator. Langkah ini penting karena jika kalian mengirimkan sitemap yang tidak valid, semua upaya optimasi yang sudah dilakukan akan sia-sia. <em>So sad<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Sitemap secara Otomatis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Belum punya skill atau tidak punya waktu untuk membuat sitemap secara manual? Santuy, ada generator sitemap online yang bisa digunakan kapan saja!<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan generator ini, kalian cukup memasukkan URL kemudian <em>tool <\/em>tersebut akan membuat sitemap secara otomatis. Jika ingin membuat sitemap di <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/wordpress-hosting\/\">WordPress<\/a>, kalian bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">plugin Yoast SEO <\/a>yang menyediakan fungsi untuk membuat dan submit sitemap secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses tersebut dilakukan terus-menerus oleh plugin Yoast SEO setiap kali kalian menerbitkan halaman baru sehingga <em>crawler <\/em>selalu bisa memperbarui website kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Submit Sitemap<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah selesai membuat sitemap, langkah selanjutnya adalah mengirimkannya (<em>submit<\/em>) ke mesin pencari pilihan kalian. Pertama, silakan <em>upload <\/em>sitemap ke website kalian lalu dapatkan URL untuk proses pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, untuk <em>submit <\/em>sitemap ke Google, bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/search.google.com\/search-console\/welcome\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Google Search Console<\/a>. Setelah kalian membuat akun, klik <strong>Sitemap <\/strong>pada menu lalu di bagian <strong>Add New Sitemap<\/strong>, upload file kalian dan klik <strong>Submit<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin submit ke Bing, kalian bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.bing.com\/webmasters\/about\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Tool Webmaster Bing<\/a>. Buat akun kalau emang belum punya, buka <strong>My Site<\/strong> lalu klik My Site Configuration pada menu di sebelah kiri. Selanjutnya, klik <strong>Sitemap <\/strong>dan cukup tambahkan URL kalian di kolom yang relevan. Klik <strong>Submit<\/strong>. Yeayy, selesai!<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mesin pencari DuckDuckGo, kalian tak perlu submit apapun. DuckDuckGo menggunakan informasi dari Bing dan Google untuk pencariannya. Asalkan kalian sudah submit ke Google atau Bing, sitemap kalian juga akan dikirimkan ke DuckDuckGo.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat ya, jangan sertakan URL yang dialihkan (<em>redirect<\/em>) ke sitemap kalian saat mengirimkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi kalian sudah paham kan bahwa sitemap adalah bagian yang cukup penting dan harus ada di website kalian. Membuat sitemap dengan struktur yang baik akan turut memaksimalkan upaya SEO website. Selain itu, memastikan navigasi website yang lebih mudah baik bagi pengunjung maupun <em>crawler <\/em>mesin pencari.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat ya dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahu kan ya bahwa dua hal utama yang biasanya menjadi perhatian adalah web hosting dan domain saat mau membuat website. Okay, setelah semuanya online, kalian tak boleh membiarkan website begitu saja. Kalian perlu memperhatikan di area back-end agar website kalian lebih optimal, yakni sitemap. Tak usah pusing lama-lama, langsung simak yuk Pengertian Sitemap &#8230; <a title=\"Pengertian Sitemap dan Cara Membuat Sitemap\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-sitemap-dan-cara-membuat-sitemap\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Sitemap dan Cara Membuat Sitemap\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3881,3883,3884,283,3882,7,427,1096],"class_list":["post-12418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-sitemap","tag-cara-membuat-sitemap","tag-cara-submit-sitemap","tag-domain-murah","tag-fungsi-sitemap","tag-hosting-murah","tag-membuat-sitemap","tag-sitemap-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12418"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12460,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12418\/revisions\/12460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}