{"id":12343,"date":"2022-10-15T10:25:00","date_gmt":"2022-10-15T03:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12343"},"modified":"2022-10-06T14:20:47","modified_gmt":"2022-10-06T07:20:47","slug":"heading-tag-h1-h2-h3-h6-bagi-ahli-seo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/heading-tag-h1-h2-h3-h6-bagi-ahli-seo\/","title":{"rendered":"Heading Tag H1 H2 H3 \u2013 H6 Bagi Ahli SEO Agar SEO Friendly"},"content":{"rendered":"\n<p>Siapa nih yang jadi <em>blogger<\/em>? Untuk para <em>blogger<\/em>, Heading Tag H1 \u2013 H2 bukan hal yang asing lagi tentunya. Heading tags sering digunakan untuk menstrukturi konten agar semakin mudah dibaca oleh mesin pencari. Sedangkan bagi pembaca, penggunaan heading tag berfungsi membedakan isi dari konten halaman. Okay, tak usah lama-lama, baca yuk <strong>Heading Tag H1 H2 H3 \u2013 H6 Bagi Ahli SEO Agar SEO Friendly<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Heading Tag H1 \u2013 H6 dan Tujuan Utama Penggunaannya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dilansir dari W3Schools, heading tag H1 \u2013 H6 adalah strukturisasi yang digunakan untuk mendefinisikan setiap bagian dari postingan dokumen website. Tag H1 adalah bagian paling penting dari keseluruhan dokumen website sehingga fungsinya adalah untuk judul utama. Sedangkan yang paling kecil, H6, berfungsi untuk melabeli bagian artikel yang nilainya lebih kurang penting dari tag heading dengan nilai di atasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Heading tag mempunyai peranan penting dalam <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-mengoptimasi-seo-on-page-pada-website-wordpress\/\">SEO On Page<\/a>. Pasalnya, SEO On Page adalah optimasi yang berkaitan dengan pengoptimalan halaman dalam website itu sendiri. Salah satunya adalah mempunyai konten terstruktur dan<em> user friendly<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Memanfaatkan heading tag akan membuat artikel mudah dipahami oleh pembaca. Jika selama ini sudah mengkombinasikan anchor teks, teks yang di-<em>bold<\/em> maka silakan terapkan uga penggunaan heading tags dalam artikel kalian. Heading tags inilah yang akan membantu robot <em>crawler <\/em>dalam memahami topik utama dari isi potingan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menggunakan Heading Tag H1 \u2013 H6 Agar Website SEO Friendly<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tujuan utama dari penggunaan Heading Tags adalah untuk mengkategorikan isi dan bagian-bagian konten sehingga menjadi lebih <em>user friendly<\/em>. Dengan menerapkan tag H1 \u2013 H6 ini, pembaca akan lebih mudah mencerna gagasan utama dari konten di website kalian. Saat <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/15-tema-wordpress-seo-friendly-terbaik-untuk-toko-online-terupdate\/\">SEO <em>friendly<\/em><\/a><em> <\/em>karena penerapan kata kunci dalam artikel dan <em>user friendly<\/em> sudah klop, artikel kalian akan sepenuhnya ramah mesin pencari.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlepas dari website yang mempunyai desain yang berbeda-beda, penggunaan H1 \u2013 H6 harus sesuai dengan anjuran SEO. Dari sudut pandang SEO, setelah H1 untuk tag judul, heading tag H2 H3 H4 H5 H6 adalah elemen penting dari keseluruhan konten halaman web saat penerapannya tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di mata mesin pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing, heading tag tak sama pentingnya. Heading tag H1 dianggap yang terpenting dari semua tag HTML lainnya. Semakin meningkat besaran angka pada tag maka kepentingan kontennya dianggap semakin berkurang oleh mesin pencari.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, konten dengan label tag H1 lebih penting daripada label tag H2. Konten dengan label H2 lebih penting dari konten berlabel tag H3, dan seterusnya. Meski begitu, kalian tak harus menggunakan semua 6 elemen tersebut untuk membentuk halaman kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, tema website sudah mendesain penggunaan H1 \u2013 H6 untuk elemen utama website. Jadi, <em>user <\/em>biasanya tidak perlu menyetting manual elemen website dengan heading tag tertentu. Oia, namun kalian perlu mengecek kembali untuk memastikan pemanfaatan label tag ini sudah tepat dalam menggambarkan elemen website kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Poin Penting dalam Menggunakan Heading Tag<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini poin-poin penting yang perlu diingat dalam menggunakan Heading Tag untuk SEO:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Heading Tag harus Hierarchy<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menjadi SEO <em>friendly<\/em>, penggunaan tag html kalian harus mengikuti hierarki. Hierarki ini berarti sesuai urutan yang SEO anjurkan. Label tag &lt;h1&gt; adalah untuk judul utama lalu berlanjut dengan label tag &lt;h2&gt;, lalu &lt;h3&gt;, berlanjut dengan &lt;h4&gt;, kemudian &lt;h5&gt; dan &lt;h6&gt;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Heading-Tag-H1-H2-H3-\u2013-H6-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"450\" height=\"308\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Heading-Tag-H1-H2-H3-\u2013-H6-1.png\" alt=\"heading tag\" class=\"wp-image-12345\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Heading Tags Utama Mengandung Kata Kunci<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Heading tag utama harus mewakili isi dari konten website kalian, ya. Maka, pastikan tag tersebut mengandung kata kunci prioritas yang kalian bidik.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, di poin ini, <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-memasang-kustom-domain-di-blogger-blogspot\/\">blogger <\/a><\/em>dapat melakukan riset kata kunci terlebih dahulu untuk menentukan kata kunci yang akan muncul di konten. Dari <em>keyword <\/em>tersebut, bagilah kata kunci ke dalam kelompok <em>keyword <\/em>utama, <em>keyword <\/em>sekunder, dan <em>keyword <\/em>tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Keyword <\/em>utama seharusnya menjadi yang utama dan layak masuk ke dalam judul, meta tag, dan tag &lt;H1&gt; dari halaman website. Kalian juga bisa memasukkan <em>keyword <\/em>utama atau <em>keyword <\/em>sekunder di H2 untuk memperkuat topik pembahasan kalian. Selanjutnya, <em>keyword <\/em>sekunder atau tambahan bisa kalian tempatkan di H3 jika memungkinkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang perlu dicermati adalah meski heading utama baik untuk mengoptimalkan kata kunci, jangan sampai jumlahnya berlebihan. Gunakan <em>keyword <\/em>secara proporsional di website kalian agar terhindar dari praktek <em>keyword stuffing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Jumlah Penggunaan Tag Heading untuk Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan tag html harus sesuai kebutuhan, tak berlebihan. Misalnya, penggunaan tag H1 menurut anjuran SEO adalah satu satu untuk setiap halaman website. Alasannya ialah tag ini harus seperti judul pada surat kabar dan konten lainnya harus terstruktur sebagai sub pos, yakni mengikuti <em>hierarchy <\/em>dari pos tag.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan H2 digunakan maksimal sebanyak 8 buah. Selanjutnya, H3 \u2013 H6 boleh lebih dari 8, bergantung kebutuhan. Setiap heading disarankan mengandung kata kunci agar relevansi halaman meningkat di mata mesin pencari. Namun, penggunaan <em>keyword <\/em>juga tetap harus proporsional untuk halaman secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Penggunaan Tag H1 Dulu vs HTML5 Terbaru<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di versi lama, website hanya boleh menggunakan satu tag &lt;H1&gt; pada dokumen website. Saat itu, kebanyakan orang menggunakan tag H1 untuk memberi atribut pada logo web dan memulai judul utama halaman web dengan tag &lt;H2&gt;.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sejak update HTML5, <em>user <\/em>dapat mempunyai beberapa tag &lt;H1&gt; pada halaman web sesuai dengan hierarki yang SEO anjurkan. Meski begitu, hal ini juga bergantung sepenuhnya terhadap desain website kalian. Bila menggunakan beberapa &lt;H1&gt;, pastikan tidak semuanya dipenuhi dengan kata kunci yang sama dan berulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kombinasikan penggunaan kata kunci sekunder, tambahan, dan optimalkan kata-kata sinonim.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesalahan yang Sering Dilakukan Blogger dalam Penerapan Heading Tag<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Heading tag penting untuk digunakan sesuai dengan hierarkinya. Nah, salah satu kesalahan umum yang dilakukan oleh <em>blogger <\/em>adalah penggunaan berlebihan pada tag &lt;H2&gt; atau &lt;H3&gt; dan juga menggunakan tag &lt;H3&gt; dengan melewatkan tag &lt;H2&gt; pada struktur konten mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Berapa Banyak Kata dalam Label Tag H1?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Aaron Wall dalam SEOBook merekomendasikan agar <em>blogger <\/em>menggunakan variasi kata kunci yang relevan untuk memperoleh lebih banyak trafik. Jangan menggunakan pengulangan yang sama terlalu sering karena ini justru membuat strategi SEO sia-sia, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih buruk lagi jika seorang <em>blogger <\/em>terlalu agresif dalam mensejajarkan heading halaman, judul halaman, dan anchor text link internal + link eksternal. Selain relevan, pastikan label tag tidak boleh bersifat <em>spam<\/em>. Silakan untuk mengoptimalkan halaman dengan komposisi yang berkualitas dan menarik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Aturan SEO Untuk HTML Heading Tag H1-H6<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Yang penting untuk dilakukan adalah menemukan kompromi yang tepat antara SEO dan pengunjung. Untuk SEO yang lebih baik, heading tag HTML harus mengandung kata kunci strategis yang kalian ingin tempatkan di halaman hasil pencarian (SERP).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jangan lakukan optimasi berlebihan yang membuat pengunjung meninggalkan kalian. Apa artinya nilai dari optimasi halaman SEO yang baik bila pengguna tak memahaminya dan meninggalkannya segera setelah mereka tiba di web kalian?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian perlu menemukan kompromi terbaik antara heading tag yang ditujukan untuk pengguna dan heading tag untuk mesin pencarian. Latihannya memang sulit, sih. Dibutuhkan pengeditan yang baik untuk menempatkan kata kunci yang tepat di heading tag. Misalnya, judul \u201cMenemukan Aturan Optimasi untuk Elemen Heading HTML H1 Sampai H6\u201d bisa sesuai baik bagi pengguna maupun mesin pencarian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika kita ingin sebuah heading tag sesuai untuk mesin pencarian, judul berikut akan lebih baik menjadi \u201cBagaimana Mengoptimasi Tag H1, H2, H3, H4, H5 Dan H6.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Seberapa Panjang Elemen Heading HTML H1-H6?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebenarnya tak ada aturan mengenai panjang heading tag, sih. Jadi, boleh pendek atau sedikit panjang. Yang perlu diwaspadai adalah kepadatan kata kunci pada judul. Judul sebaiknya tak terlalu panjang, melainkan padat dan relevan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penggunaan Umum Heading Tag<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain di artikel blog, tips sederhana dalam penggunaan tag heading untuk memperkuat SEO adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jangan memilih label tag heading sesuai selera, silakan gunakan sesuai urutan.<\/li><li>Jangan gunakan tag &lt;H1&gt; di postingan. Tag H1 seharusnya digunakan untuk judul postingan saja.<\/li><li>Heading tag seharusnya digunakan untuk melabeli bagian (<em>section<\/em>) dari isi konten.<\/li><li>Perlakukan heading seperti <em>outline <\/em>dalam isi konten.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Selain urut dalam postingan, heading juga melabeli bagian-bagian dari website. Mulai dari artikel terkait, komentar, hingga <em>footer<\/em>. Fitur artikel terkait, jumlah komentar atau judul widget, biasanya menggunakan label tag. Sedangkan nama komentator atau pemberi komentar biasanya mendapat label. Poin yang terakhir, bagian footer \u201cAll Right Reserved\u201d atau \u201cPowered by WordPress\u201d biasanya mendapat label<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, jadi bisa disimpulkan bahwa heading tag mempunyai peranan penting dalam penerapan SEO On Page. Label tag yang urut secara hierarkinya akan membantu mengoptimalkan SEO kalian sekaligus membantu pembaca untuk memahami konten secara keseluruhan dengan lebih mudah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa nih yang jadi blogger? Untuk para blogger, Heading Tag H1 \u2013 H2 bukan hal yang asing lagi tentunya. Heading tags sering digunakan untuk menstrukturi konten agar semakin mudah dibaca oleh mesin pencari. Sedangkan bagi pembaca, penggunaan heading tag berfungsi membedakan isi dari konten halaman. Okay, tak usah lama-lama, baca yuk Heading Tag H1 H2 &#8230; <a title=\"Heading Tag H1 H2 H3 \u2013 H6 Bagi Ahli SEO Agar SEO Friendly\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/heading-tag-h1-h2-h3-h6-bagi-ahli-seo\/\" aria-label=\"Read more about Heading Tag H1 H2 H3 \u2013 H6 Bagi Ahli SEO Agar SEO Friendly\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,3844,3841,7,3845,3842,3840,3843],"class_list":["post-12343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-heading-tag","tag-heading-tag-h1-h6","tag-hosting-murah","tag-kesalahan-penerapan-heading-tag","tag-menggunakan-heading-tag-h1-h6","tag-pengertian-heading-tag-h1","tag-website-seo-friendly","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12343"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12346,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12343\/revisions\/12346"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}