{"id":11437,"date":"2022-08-18T03:03:00","date_gmt":"2022-08-17T20:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=11437"},"modified":"2022-08-10T10:39:33","modified_gmt":"2022-08-10T03:39:33","slug":"apa-itu-docker-dan-cara-install","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-docker-dan-cara-install\/","title":{"rendered":"Apa Itu Docker, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Install"},"content":{"rendered":"\n<p>Istilah Docker akrab dengan mereka yang bekerja sebagai pengembang atau administrator dalam bidang teknologi <em>software<\/em>. Docker berperan penting untuk menyediakan proses penyatuan dokumen yang dibutuhkan oleh <em>software<\/em>. Okay, ketahui lebih lanjut yuk di artikel <strong>Apa Itu Docker, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Install<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Docker?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <a href=\"https:\/\/docs.docker.com\/get-started\/overview\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docker.com<\/a>, Docker adalah <em>platform <\/em>untuk mengembangkan, mengirim, dan menjalan aplikasi yang mulai berkembang pada tahun 2013. Docker memungkinkan pengembang <em>software <\/em>untuk memisahkan aplikasi dari infrastruktur sehingga pengembang dapat mengirimkan <em>software <\/em>dengan cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Docker dapat membantu pengembang untuk mengelola infrastruktur teknis dengan cara yang sama seperti saat pengembang mengelola aplikasi. Pemanfaatan metode docker untuk pengiriman, pengujian, dan penerapan kode dengan cepat. Selain itu, pengembang dapat secara signifikan mengurangi penundaan antara penulisan kode dan proses menjalankannya dalam produksi <em>software<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, Docker adalah proyek <em>open source<\/em> yang menyediakan <em>platform <\/em>terbuka untuk para website <em>developer <\/em>atau pengembang agar dapat membangun, mengemas, dan menjalankan aplikasi di berbagai lokasi dan bertindak sebagai sebuah <em>container <\/em>yang ringan. Docker memiliki fungsi utama dalam penyederhanaan konfigurasi yang dibangun berdasarkan teknologi <em>container<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Isolasi dan keamanan yang ada pada Docker memungkinkan seorang pengembang dapat menjalankan banyak <em>container <\/em>secara bersamaan pada sebuah <em>host <\/em>tertentu. <em>Container <\/em>adalah sebuah wadah ringan seperti <em>cloud <\/em>yang berisi semua keperluan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Melalui Docker ini seorang pengembang dapat berbagi container saat bekerja membangun aplikasi. Hal ini mempermudah kerja tim dalam pengembangan aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur-Fitur Docker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini fitur-fitur dari docker yang dapat kalian gunakan sesuai dengan kebutuhan kalian:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Docker engine<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jadi, docker engine digunakan untuk membuat <em>image <\/em>dan <em>container<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Docker Hub<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Nah, kalau docker hub adalah <em>registry <\/em>yang berisikan kumpulan dari <em>image-image<\/em>. Dengan menggunakan docker hub ini kalian dapat mengumpulkan <em>image<\/em>. Hub ini berbeda dengan docker engine yang hanya membuat <em>image<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Docker Compose<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sedangkan docker compose ini adalah salah satu fitur unggulan yang berfungsi untuk menjalankan beberapa <em>container <\/em>atau biasa disebut <em>multi-container <\/em>sehingga dapat menghemat banyak waktu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Docker for Mac<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk fitur yang satu ini, kalian pasti sudah tau dari namanya. Fitur ini memungkinkan pengguna docker untuk menjalankan <em>container <\/em>pada sistem operasi Mac.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Docker for Linux<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sama seperti fitur sebelumnya, fitur ini juga memungkinkan penggunanya untuk menjalankan <em>container <\/em>pada sistem operasi Linux.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Docker for Windows<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur terakhir dan sudah pasti fitur yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan fitur-fitur lainnya yaitu docker for windows. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk menjalankan <em>container <\/em>pada sistem operasi Windows.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Docker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam penggunaannya, docker memiliki beragam manfaat atau kelebihan yang menjadikannya populer di kalangan <em>developer<\/em>. Berikut ini beberapa kelebihannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memiliki konfigurasi yang sederhana<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker memiliki konfigurasi yang cukup sederhana dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yang sedang kalian kembangkan. Hanya dengan menentukan beberapa kode, ia akan membuat <em>environment <\/em>sendiri yang berbeda dengan <em>environment <\/em>dari <em>server <\/em>utama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tingkat keamanan yang baik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker memiliki tingkat keamanan yang baik. Ia akan memastikan aplikasi yang sedang berjalan tidak dapat mempengaruhi <em>container<\/em>. Selain itu, ia juga memiliki fitur keamanan lain seperti pengaturan OS <em>host mount<\/em> dengan akses <em>read-only<\/em> sehingga tidak akan mengubah konfigurasi apapun, kecuali ada yang memiliki akses secara penuh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dapat dijalankan pada beberapa platform cloud<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab docker banyak diminati oleh banyak perusahaan adalah karena ia dapat dijalankan pada beberapa <em>platform cloud<\/em>. Dengan begitu, penggunanya akan lebih fleksibel dalam melakukan porting aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dapat melakukan debugging<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kelebihan berikutnya adalah ia dapat melakukan <em>debugging<\/em>. Waktu yang dibutuhkannya juga tergolong cepat, yakni hanya sekitar satu menit saja untuk melakukan proses <em>debug <\/em>pada Sandbox.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dapat digunakan pada berbagai sistem operasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian sudah mengetahui kan bahwa fitur dari docker yang dapat berjalan di sistem operasi seperti Windows, Mac, dan Linux. Hal tersebut akan memudahkan pengguna dari fleksibilitas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan Docker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika akan belajar docker, tak hanya kelebihan saja yang perlu kamu pahami, melainkan juga kekurangannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Meski dapat dijalankan menggunakan banyak OS namun docker ini masih belum memiliki kemampuan lintas <em>platform<\/em>.<\/li><li>Selain itu, untuk data yang ada di dalam <em>container <\/em>juga masih membutuhkan <em>back-up <\/em>meski konfigurasinya tidak akan diubah.<\/li><li>Grafis antarmuka dan jalankan aplikasi tidak fleksibel karena berbasis aplikasi hosting.<\/li><li>Kompatibilitas lintas <em>platform <\/em>tidak fleksibel. Jika dirancang di Windows maka tidak dapat dijalankan di Linux.<\/li><li>Ada fitur yang hilang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Docker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa saja fungsi Docker yang akan memberikan manfaat pada pengembangan aplikasi kalian? Berikut adalah enam di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mempermudah Pengembangan Aplikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker bisa mempermudah pekerjaan <em>developer <\/em>ketika mengembangkan aplikasi. Alasannya, Docker lebih hemat <em>resource <\/em>dan mampu menyediakan <em>environment <\/em>yang stabil untuk dijalankan di perangkat apapun, mulai dari <em>cloud server<\/em> hingga komputer pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menyederhanakan Konfigurasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker tidak memiliki <em>overhead <\/em>sehingga <em>developer <\/em>bisa menjalankan aplikasi yang diuji tanpa konfigurasi tambahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memudahkan Pengembangan Kode Pipeline<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Developer <\/em>bisa memanfaatkan Docker <em>container <\/em>sebagai tempat pengujian kode Pipeline beserta <em>tools <\/em>yang diperlukan dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisa Digunakan untuk Debugging<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Adanya fitur <em>debug <\/em>bisa membantu <em>developer <\/em>untuk mengatasi masalah pada aplikasi tanpa perlu bersusah payah meninggalkan <em>environment <\/em>di Docker.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mendukung Multitenancy<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker cocok digunakan untuk membuat aplikasi berstruktur <em>multitenance <\/em>seperti Software as a Service (SaaS). Kalian bisa membuat lebih dari satu <em>environment <\/em>yang terisolasi dan menjalankan objek aplikasi untuk setiap <em>tenant<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Meningkatkan Sumber Daya dengan Cepat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan Docker, peningkatan sumber daya perangkat dapat dilakukan dengan cepat sehingga durasi pengembangan <em>software <\/em>lebih singkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Install Docker di Ubuntu<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apabila ingin menginstal Docker Linux Server di sistem operasi <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-lebih-dekat-tentang-apa-itu-ubuntu\/\">Ubuntu<\/a>, ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Login ke Server Melalui SSH Client<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah ini mengharuskan kalian untuk memiliki SSH client di komputer, misalnya <strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-putty\/\">PuTTY<\/a><\/strong>. Jika belum ada, kalian bisa download PuTTY melalui link yang ada di bagian <strong>Detail SSH<\/strong> di Member Area VPS kalian.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Docker-dan-Cara-Install-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"745\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Docker-dan-Cara-Install-1.png\" alt=\"install docker di ubuntu\" class=\"wp-image-11439\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Apabila sudah memiliki PuTTY, jalankan client tersebut dan ketikkan alamat IP SSH server di kolom yang tersedia. Lalu klik Open.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Docker-dan-Cara-Install-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"544\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Docker-dan-Cara-Install-2.png\" alt=\"install docker\" class=\"wp-image-11440\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Terminal SSH akan muncul di layar kalian. Lalu, login dengan root <em>username <\/em>dan <em>password <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Docker-dan-Cara-Install-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"105\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Docker-dan-Cara-Install-3.png\" alt=\"cara install docker\" class=\"wp-image-11441\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Update Sistem<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Update sistem kalian terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya dengan menjalankan perintah berikut di terminal SSH:<\/p>\n\n\n\n<p>sudo apt update<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Install Package yang Dibutuhkan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa package yang dibutuhkan dalam instalasi Docker. Jalankan perintah di bawah ini untuk download package-package tersebut:<\/p>\n\n\n\n<p>sudo apt-get install curl apt-transport-https ca-certificates software-properties-common<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Tambahkan Repositori Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa perintah yang harus dijalankan untuk menambahkan repositori Docker:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\"><li><strong>Tambahkan GPG key:<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>curl -fsSL https:\/\/download.docker.com\/linux\/ubuntu\/gpg | sudo apt-key add &#8211;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"2\"><li><strong>Tambahkan repositori Docker:<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>sudo add-apt-repository &#8220;deb [arch=amd64] https:\/\/download.docker.com\/linux\/ubuntu $(lsb_release -cs) stable&#8221;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"3\"><li><strong>Lakukan update package database:<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>sudo apt update<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"4\"><li><strong>Pastikan kalian menginstal dari repositori Docker, bukan repositori Ubuntu:<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>apt-cache policy docker-ce<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah menjalankan empat perintah tadi, pesan seperti di bawah ini akan muncul:<\/p>\n\n\n\n<p>docker-ce:<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;Installed: (none)<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;Candidate: 16.04.1~ce~4-0~ubuntu<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;Version table:<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;16.04.1~ce~4-0~ubuntu 500<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;500 https:\/\/download.docker.com\/linux\/ubuntubionic\/stableamd64packages<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Install Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Install Docker dengan menjalankan perintah di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>sudo apt install docker-ce<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Cek Instalasi Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan bahwa instalasi Docker berhasil, jalankan perintah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p>sudo systemctl status docker<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan hasilnya adalah loaded dengan status Active (<em>running<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Install Docker di CentOS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apabila ingin menginstal Docker di CentOS, ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Login ke Server Melalui SSH Client<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menginstal Docker, kalian harus login ke server melalui SSH client. Jika belum pernah menggunakan SSH client, kalian bisa mengikuti langkah pertama dalam cara <em>install <\/em>Docker di Ubuntu tadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Install Package yang Dibutuhkan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum bisa menginstal Docker di CentOS, kalian perlu menginstal <em>package-package <\/em>yang dibutuhkan. Jalankan perintah di bawah ini untuk melakukannya:<\/p>\n\n\n\n<p>yum install -y yum-utils device-mapper-persistent-data lvm2<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tambahkan Repositori Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian harus menambahkan repositori Docker ke sistem agar bisa melakukan instalasi. Caranya, jalankan perintah di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>yum-config-manager&nbsp; &#8211;add-repo https:\/\/download.docker.com\/linux\/centos\/docker-ce.repo<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Install Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sekarang, kalian bisa memulai instalasi Docker di CentOS dengan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>yum install docker-ce<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Aktifkan Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker di CentOS tidak otomatis berjalan setelah diinstal. Untuk mengaktifkannya, jalankan dua baris perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>systemctl enable docker&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>systemctl start docker<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Cek Status Docker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan bahwa Docker sudah aktif, jalankan perintah di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>systemctl status docker&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Docker Container<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah menginstal Docker, kini saatnya belajar membuat Docker container dengan langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Login Melalui SSH Client<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk membuat Docker container, kalian harus melakukannya melalui SSH client. Jadi, pastikan kalian sudah login ke SSH client, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tampilkan Daftar Image<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah login, pilih image yang ada di server. Jalankan perintah berikut ini untuk menampilkan daftar image kalian:<\/p>\n\n\n\n<p>sudo docker images<\/p>\n\n\n\n<p>Atau, jika kalian ingin menampilkan informasi masing-masing <em>image<\/em>, gunakan perintah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>sudo docker images &#8211;help<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Download Image dari Docker Hub<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Apabila belum memiliki <em>image <\/em>di server, kalian harus<em> download image <\/em>dari Docker Hub. Docker Hub adalah tempat di mana kalian dan <em>developer <\/em>lainnya bisa saling berbagi Docker image.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, kalian bisa mengunduh image dari Docker Hub langsung dari SSH client. Misalnya, kalian ingin <em>download image<\/em> Ubuntu. Di SSH client, jalankan perintah di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>docker search ubuntu<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, <em>download image<\/em> tersebut dengan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>docker pull ubuntu<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Buat dan Aktifkan Docker Container<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan adanya image, kalian siap membuat Docker container. Pertama, silakan buat container dari <em>image <\/em>yang baru saja di-<em>download<\/em> dengan perintah di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>docker run ubuntu<\/p>\n\n\n\n<p>Meski Docker container sudah dibuat, kalian harus mengaktifkannya dulu agar bisa berfungsi. Caranya, jalankan perintah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p>docker run -it ubuntu bash<\/p>\n\n\n\n<p>Saat mengaktifkan Docker container, kalian juga bisa menamainya dengan perintah \u2013<strong>name<\/strong>. Sebagai contoh, mari namai <em>container <\/em>tadi dengan nama <strong>MyContainer<\/strong>. Jadi, perintahnya seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>docker run &#8211;name MyContainer -it ubuntu bash<\/p>\n\n\n\n<p>Nama container tersebut akan digunakan dalam contoh-contoh pengelolaan <em>container <\/em>di bagian selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengelola Docker Container<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalian sudah membuat, menamai, dan menjalankan Docker container. Nah, untuk mengelola <em>container <\/em>tersebut, jalankan perintah-perintah sebagai berikut .<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Menampilkan daftar Docker container<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>sudo docker ps -a<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Menghentikan Docker container<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>sudo docker stop MyContainer<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Kill Docker container<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>sudo docker kill MyContainer<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Melihat status Docker container<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>docker stats<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Menghapus Docker container<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>docker rm MyContainer<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, jadi itulah penjelasan tentang apa itu docker, fungsinya, berbagai fitur, cara kerjanya, cara install, hingga kelebihan dan kekurangannya. Melihat segudang manfaatnya, tak ada salahnya kan untuk mempelajari docker hingga kalian benar-benar mahir.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, selain docker, layanan <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VPS <\/a>Indonesia dari Jetorbit juga bisa membantu kalian untuk mengembangkan aplikasi. Sebagai seorang <em>developer <\/em>aplikasi pemula, pastikan kalian memilih VPS yang memiliki performa handal dengan harga yang bersahabat, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah Docker akrab dengan mereka yang bekerja sebagai pengembang atau administrator dalam bidang teknologi software. Docker berperan penting untuk menyediakan proses penyatuan dokumen yang dibutuhkan oleh software. Okay, ketahui lebih lanjut yuk di artikel Apa Itu Docker, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Install Apa Itu Docker? Dilansir dari Docker.com, Docker adalah platform untuk mengembangkan, mengirim, dan &#8230; <a title=\"Apa Itu Docker, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Install\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-docker-dan-cara-install\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Docker, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Install\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3576,3575,3582,283,3577,3580,7,3581,3579,3578,3583,3584],"class_list":["post-11437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-docker","tag-docker-adalah","tag-docker-container","tag-domain-murah","tag-fitur-docker","tag-fungsi-docker","tag-hosting-murah","tag-install-docker","tag-kekurangan-docker","tag-kelebihan-docker","tag-membuat-docker-container","tag-mengelola-docker-container","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11437"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11446,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11437\/revisions\/11446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}