{"id":11425,"date":"2022-08-17T11:28:00","date_gmt":"2022-08-17T04:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=11425"},"modified":"2022-08-10T10:41:24","modified_gmt":"2022-08-10T03:41:24","slug":"apa-itu-kubernetes-dan-keunggulannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-kubernetes-dan-keunggulannya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Kubernetes, Cara Kerja, dan Keunggulannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi sebagian besar orang awam, mungkin masih sangat asing saat mendengar istilah kubernetes. Secara sederhana, kubernetes adalah sebuah <em>platform<\/em> bagi para <em>web developer<\/em> yang banyak memiliki manfaat, salah satunya dalam pengelolaan <em>workload<\/em> aplikasi. Tak perlu berlama-lama, simak sampai tuntas yuk <strong>Apa Itu Kubernetes, Cara Kerja, dan Keunggulannya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Kubernetes?&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kubernetes.io\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kubernetes<\/a> sendiri sejenis aplikasi <em>cluster management open source<\/em> dan berasal dari aplikasi internal. Aplikasi ini umumnya digunakan oleh Google (Borg) dengan tujuan mengelola cluster milik mereka sendiri, dari segi bisnis, aplikasi <em>management open source<\/em> ini adalah senjata yang diandalkan oleh Google dengan tujuan mendongkrak naiknya peringkat Google di pasar <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-hosting\/\">cloud hosting<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian lain dari aplikasi ini yaitu jenis <em>platform open source<\/em> dan sering digunakan pada manajemen <em>cointainer<\/em>. Apikasi ini dapat disingkat dengan huruf dan angka K8s. untuk huruf K sendiri berada di depan, ada angka 8 di bagian tengahnya yang artinya huruf \u201cubernete\u201d serta huruf s di bagian akhirnya. Oleh karena itu, aplikasi ini penyebutannya sering dengan K8s.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Istilah yang Umum Digunakan Pada Kubernetes<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam Kubernetes ada beberapa istilah yang harus dipahami oleh pengguna supaya bisa menggunakan aplikasi ini dengan baik:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pod<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pod merupakan salah satu grub pada <em>container instance<\/em>. Dengan ini kalian dapat menjalankan tidak hanya satu <em>container <\/em>saja (misalkan aplikasi redis cache + web + <em>longing service<\/em> pada satu pod. Satu <em>container <\/em>dengan <em>container <\/em>yang lain yang berada dalam satu pod mampu mengakses menggunakan alamat <em>localhost<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa menganggap pod merupakan laptop yang biasa digunakan untuk <em>coding<\/em>. Alamat <em>localhost <\/em>sendiri sangat umum digunakan untuk melakukan akses <em>database <\/em>pada aplikasi kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Node<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Node merupakan representasi dalam satu mesin dan bisa saja mesin yang digunakan adalah mesin jenis virtual (misalkan dropletnya DigitalOcean atau VPS) maupun fisik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Service<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Istilah <em>service <\/em>ini di Kubernetes adalah mekanisme yang digunakan mengekspos pod ke dunia luar. Tidak adanya alamat IP jelas pada aplikasi yang berjalan pada pod sehingga supaya bisa akses pada aplikasi lain maupun oleh <em>user<\/em>, wajib menggunakan alamat IP yang tepat. Maka di <em>service <\/em>inilah akan ditemukan alamat IP tetap dan nantinya bisa diarahkan ke pod kalian dengan menggunakan <em>selector<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Label<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Label dalam Kubernetes merupakan seperangkat informasi yang berupa metadata dengan tujuan mencari pod khusus. Selain itu, punya banyak fungsi lain yang bisa digunakan pada kubernetes.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>App-Belajar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian bisa membuat label app dengan isinya nama aplikasi dan <em>container<\/em>, <em>service<\/em>, dan Pod yang merupakan bagian aplikasi belajar tersebut kalian beri label app-belajar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Stage-Production<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Label <em>stage <\/em>umumnya digunakan dalam menentukan konfigurasi <em>environment deployment<\/em> pada aplikasi kalian. Misalkan <em>testing<\/em>, <em>development<\/em>, <em>performance test<\/em>, <em>production<\/em>, serta <em>security est<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-frontend<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di sini kalian bisa menciptakan sebuah label jenis aplikasi, misalkan <em>cache, fileserver, database, froontend<\/em>, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Selector<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Selector <\/em>merupakan <em>filtering <\/em>yang menggunakan label, contohnya saat mencari banyak <em>instance database<\/em> dengan menggunakan aplikasi belajar yang dijalankan pada <em>production<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Komponen Kubernetes<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah komponen-komponen dalam Kubernetes:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cluster&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cluster adalah suatu kelompok berisi server fisik atau VPS untuk menjalankan Kubernetes. Ada dua jenis server yang dibutuhkan, yaitu <em>master node<\/em> dan <em>worker node<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\"><li><strong>Master Node<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Master node adalah server utama yang mengatur semua operasi cluster menggunakan tiga komponen, yaitu <em>kube-apiserver<\/em>, <em>kube-controller-manager<\/em>, <em>kube-scheduler<\/em>, dan <em>etcd<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah ini adalah penjelasan fungsinya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>kube-apiserver: <\/strong>validasi dan konfigurasi data untuk objek API, yaitu pod, <strong>services, volume, dan lainnya.<\/strong><\/li><li><strong>kube-controller-manager:<\/strong> melakukan monitor cluster agar sesuai dengan konfigurasi data objek di dalam node.&nbsp;&nbsp;<\/li><li><strong>kube-scheduler: <\/strong>menambah objek baru ke node. Misalnya, menginstall pod ke node tertentu.<\/li><li>Etcd: ruang penyimpanan key value konfigurasi data cluster.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"2\"><li><strong>Worker Node<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Worker node adalah semua <em>server nonmaster<\/em> yang berfungsi untuk menjalankan dua komponen, yaitu <strong>kubelet <\/strong>dan <strong>kube-proxy<\/strong>. Begini penjelasan fungsi komponennya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Kubelet: <\/strong>komponen untuk memastikan kontainer beroperasi di dalam objek Pod.<\/li><li><strong>Kube-proxy:<\/strong> memelihara network rules dan meneruskan koneksi ke suatu host.<\/li><li><strong>Docker image:<\/strong> file dari aplikasi Docker yang berfungsi untuk membuat kontainer.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Object<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di dalam sebuah cluster, terdapat berbagai <em>object<\/em>, yaitu entitas yang merepresentasikan kondisi dari suatu cluster. Ada berbagai <em>object <\/em>yang ada pada sebuah cluster Kubernetes, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\"><li><strong>Pod<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Pod merupakan objek terkecil di dalam cluster kubernetes yang terletak di dalam node. Fungsinya untuk menjalankan docker images yang membentuk sebuah kontainer.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"410\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-1.png\" alt=\"apa itu kubernetes\" class=\"wp-image-11429\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"2\"><li><strong>Service<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Service adalah objek yang digunakan untuk mengarahkan <em>request <\/em>atau <em>traffic <\/em>ke beberapa Pod menggunakan IP address.&nbsp; Tujuannya agar Pod bisa diakses dari luar.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"410\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-2.png\" alt=\"service kubernetes\" class=\"wp-image-11430\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"3\"><li><strong>Volume<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Volume adalah objek yang berfungsi untuk penyimpanan data suatu kontainer. Letaknya di luar kontainer. Misalnya, awsElasticBlockStore, azureDisk, azureFile, cephfs, cinder, configMap.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada gambar di bawah ini, volume adalah \/mnt\/data sedangkan 192.168.0.1 adalah <em>service<\/em>-nya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"541\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-3.png\" alt=\"volume\" class=\"wp-image-11431\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\" start=\"4\"><li><strong>Namespace<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Namespace adalah objek untuk memisahkan <em>resource <\/em>atau <em>environment cluster<\/em>. Dengan <em>namespace<\/em>, kalian dapat memisahkan tiap cluster <em>project <\/em>supaya tidak saling terganggu satu sama lain.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"596\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-4.png\" alt=\"namespace kubernetes\" class=\"wp-image-11432\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Kubernetes<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kubernetes sangat membantu dalam proses <em>deployment <\/em>aplikasi, loh. Okay, kita lihat dari perkembangan proses <em>deployment <\/em>berikut ini yuk:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"277\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-5.png\" alt=\"manfaat kubernetes\" class=\"wp-image-11433\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p><em>Deployment <\/em>secara tradisional hanya menggunakan server fisik sehingga kalian tidak bisa menentukan batasan <em>resource <\/em>untuk aplikasi. Ini menyebabkan munculnya permasalahan pada alokasi sumber daya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai solusinya, muncullah <strong>Virtual Machine<\/strong> (VM). Dengan ini, pemanfaatan <em>resource <\/em>dan skalabilitas menjadi lebih baik. Aplikasi dapat ditambahkan atau diperbarui dengan mudah, mengurangi biaya perangkat keras, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya ada <strong>Container<\/strong>. Kontainer mirip dengan VM tapi memiliki sifat isolasi yang lebih fleksibel untuk berbagi sistem operasi (OS) antaraplikasi. Dianggap lebih ringan dibanding VM, proses kontainerisasi memungkinkan aplikasi dapat di-<em>deploy<\/em> dengan mudah, terlepas dari berbagai macam sistem, baik di <em>on-premise<\/em>, <em>local <\/em>atau di <em>cloud<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Kubernetes<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kubernetes adalah sistem operasi yang mampu menjalankan aplikasi di berbagai cluster dan infrastruktur pada layanan <em>cloud <\/em>dan <em>private data center environment<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti sistem terdistribusi lainnya, Kubernetes memiliki dua komponen, yaitu <strong>Master node<\/strong> dan <strong>Worker node<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Control Plane (secara kasar setara dengan konsep Master node), bertindak sebagai otak dari cluster Kubernetes. <em>Scheduling<\/em>, <em>service discovery<\/em>, <em>load balancing<\/em>, dan sebagainya ada di Control Plane. Sementara itu, Worker Node bekerja menjalankan aplikasi. Kumpulan Master Node dan Worker Node membentuk sebuah cluster.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-6.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"365\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Apa-Itu-Kubernetes-6.png\" alt=\"cara kerja kubernetes\" class=\"wp-image-11434\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Untuk memudahkan memahami cara kerjanya, kalian bisa membayangkan Kubernetes sebagai <em>container orchestration<\/em>, yang bekerja bagaikan dirigen dalam sebuah pertunjukkan orkestra musik.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, setiap musisi yang memegang alat musik diibaratkan sebagai kontainer Docker yang bekerja dalam cluster Kubernetes. Dirigen musik memiliki partitur lagu sebagai panduan, layaknya Kubernetes yang memiliki file perintah untuk dijalankan di dalam sistem cluster Kubernetes.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keunggulan Kubernetes<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan dalam pengembangan aplikasi, Kubernetes dilengkapi dengan fitur-fitur berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Service discovery<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Semakin banyak layanan yang membentuk aplikasi maka akan semakin sulit untuk dilacak dan dikelola. Untungnya, Kubernetes memiliki fitur<em> service discovery<\/em> sehingga dapat melacak kontainer secara otomatis. Kubernetes dapat mengenali kontainer menggunakan nama DNS atau menggunakan IP address server itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Load balancing<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kubernetes memiliki fungsi <em>load balancing<\/em>, yaitu penyeimbang trafik\/beban. <em>Load balancing<\/em> dapat mengelola trafik sehingga ketika terdapat lonjakan trafik yang cukup besar maka Kubernetes mampu membagi <em>load <\/em>yang ada agar aplikasi dapat berjalan lebih stabil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Orkestrasi ruang penyimpanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kubernetes memungkinkan kalian melakukan <em>mount <\/em>pada <em>storage <\/em>yang diinginkan, misalnya ruang penyimpanan lokal atau yang berbasis <em>cloud storage<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Rollout dan rollback otomatis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur ini memungkinkanm kalian untuk melakukan <em>deployment <\/em>menggunakan file YAML sehingga kalian dapat mendeskripsikan terlebih dahulu <em>deployment <\/em>yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>File YAML tersebut dapat digunakan untuk melakukan <em>deployment <\/em>lain atau mengubah <em>deployment <\/em>yang ada. Kalian juga bisa melakukan <em>rollback <\/em>jika terjadi kendala pada <em>deployment<\/em>. Semua terdokumentasi dan bisa dilakukan secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Bin packing otomatis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur <em>bin packing<\/em> otomatis memungkinkan kalian bisa mengatur kapasitas CPU dan RAM yang spesifik di tiap kontainer. Ketika limit kapasitas sudah ditentukan maka aplikasi tidak akan berebut <em>resource <\/em>yang ada. Kalian juga jadi bisa lebih menghemat sumber daya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Self-healing<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kubernetes juga bisa melakukan <em>self-healing<\/em> secara otomatis. Gimana maksudnya nih?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Self-healing<\/em> yang dimaksud artinya Kubernetes memiliki kemampuan untuk memeriksa kontainer, me<em>restart<\/em> kontainer yang <em>error<\/em>, atau mengganti dan memastikan kontainer yang sudah tidak bisa menanggapi <em>request<\/em>. Kubernetes tidak akan memberikan trafik ke <em>container <\/em>sampai benar-benar siap untuk menerima <em>request <\/em>(<em>ready to serve<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Secret and configuration management<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Anyway, kalian bisa menyimpan data-data yang bersifat rahasia, seperti <em>password<\/em>, SSH keys, dan <em>auth token<\/em> ke dalam Kubernetes Secret.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kalian dapat membangun dan meng<em>update<\/em> <em>secret <\/em>tanpa harus membangun ulang <em>container image<\/em> dan mengekspos <em>secret <\/em>di dalam konfigurasi. Kalian juga bisa melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan, misalnya <em>opaque <\/em>(secret umum\/<em>default<\/em>), <em>docker registry<\/em> (untuk otentikasi<em> docker registry<\/em>), dan TLS (untuk penggunaan dengan <em>public<\/em>\/<em>private keys<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, itulah penjelasan singkat dari kubernetes. Kubernetes merupakan <em>platform <\/em>penting bagi para <em>developer <\/em>yang memiliki banyak keunggulan. Semoga informasi ini bermanfaat ya yang sedang belajar menjadi pengembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, bagi kalian yang suka sekali nih bikin dan ngembangin potensi di dunia website atau <em>web developer<\/em>, gunakan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/unlimited-hosting\/\">Unlimited Hosting<\/a> yuk dari Jetorbit sebagai pilihannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kunjungi Jetorbit sekarang, yuk!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi sebagian besar orang awam, mungkin masih sangat asing saat mendengar istilah kubernetes. Secara sederhana, kubernetes adalah sebuah platform bagi para web developer yang banyak memiliki manfaat, salah satunya dalam pengelolaan workload aplikasi. Tak perlu berlama-lama, simak sampai tuntas yuk Apa Itu Kubernetes, Cara Kerja, dan Keunggulannya Apa Itu Kubernetes?&nbsp; Kubernetes sendiri sejenis aplikasi cluster &#8230; <a title=\"Apa Itu Kubernetes, Cara Kerja, dan Keunggulannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-kubernetes-dan-keunggulannya\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Kubernetes, Cara Kerja, dan Keunggulannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3573,163,283,7,3570,3574,3571,3568,3572,3569],"class_list":["post-11425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-cara-kerja-kubernetes","tag-cloud-hosting","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-istilah-pada-kubernetes","tag-keunggulan-kubernetes","tag-komponen-kubernetes","tag-kubernetes","tag-manfaat-kubernetes","tag-pengertian-kubernetes","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11435,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11425\/revisions\/11435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}