{"id":11216,"date":"2022-07-20T11:44:04","date_gmt":"2022-07-20T04:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=11216"},"modified":"2022-12-01T11:54:14","modified_gmt":"2022-12-01T04:54:14","slug":"kesalahan-umum-dalam-membuat-diagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/kesalahan-umum-dalam-membuat-diagram\/","title":{"rendered":"Kesalahan Umum Dalam Membuat Diagram"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagian orang mungkin belum sepenuhnya memahami cara membuat diagram sehingga beberapa di antaranya masih sering membuat kesalahan umum. Namun, selama mereka menyadari kesalahan umum ini, mereka bisa menemukan dan memperbaikinya dengan lebih mudah sebelum mengirimkan atau mempresentasikannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>12 Kesalahan Umum Dalam Membuat Diagram<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah kesalahan umum saat membuat diagram:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Memperhatikan Arah Kiri ke Kanan (Inggris, Eropa) atau Arah Kanan ke Kiri (AS)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Seseorang bisa saja melakukan kesalahan di manapun dan kapanpun. Namun akan lebih mudah untuk diperbaiki saat mereka bisa menyadarinya. Untuk memperbaiki kesalahan yang muncul, Anda dapat memperbaikinya dengan membalik semua arah sesuai dengan audiens atau lokasi Anda. Sama halnya seperti menulis kaligrafi Arab, akan lebih mudah jika membaca dari kanan ke kiri.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Kesalahan-Umum-Dalam-Membuat-Diagram-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"754\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Kesalahan-Umum-Dalam-Membuat-Diagram-1.png\" alt=\"membuat diagram 1\" class=\"wp-image-11219\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Kesalahan-Umum-Dalam-Membuat-Diagram-1.png 975w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Kesalahan-Umum-Dalam-Membuat-Diagram-1-800x619.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Sumber: Venngage<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Memperhatikan Ukuran Skala Diagram yang Tepat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Skala tergantung pada seberapa besar atau kecil informasi yang ingin Anda sampaikan, mengacu pada konteks. Terkadang kita menggunakan alat pembuat diagram tanpa memperhatikan skala dan proporsi. Hal ini ternyata justru menghasilkan diagram yang kurang proporsional dan tidak informatif. Misalnya, diagram dengan mata panah yang 2 kali lebih besar dari garis akan membuat pembaca bingung dan bisa membuat interpretasi yang berbeda dari maksud diagram yang seharusnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda membutuhkan perangkat lunak pembuatan diagram yang handal, Anda bisa melihat <a href=\"https:\/\/venngage.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Venngage<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Memberi Cukup Ruang antara Diagram dan Teks<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Memberi ruang sangat penting dalam menyajikan informasi kepada audiens. Jika mereka melihat sesuatu yang terlalu penuh sehingga tidak bisa memperoleh informasi, tentu akan sulit bagi mereka untuk memahami apa yang Anda coba sampaikan. Oleh karena itu, memberi ruang antara diagram dan teks sangat penting untuk meningkatkan keterbacaan diagram.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menggunakan Titik yang Salah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya, menggunakan lingkaran yang diisi untuk titik data atau menggunakan semacam bentuk berlian untuk mewakili sesuatu yang lebih penting daripada informasi di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Memperhatikan Diagram Tampak dari Atas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perlu diingat bahwa saat Anda membuat diagram, maka diagram itu bisa dilihat dari posisi atas kertas dan dari layar komputer. Oleh karena itu, penting untuk memikirkan bagaimana audiens akan membaca diagram dari cetakan kertas karena mereka akan menggunakan kaca pembesar atau mikroskop. Jadi bagaimana membuat diagram yang menghindari kesalahan ini? Cetak pekerjaan Anda dan periksa kembali dari pandangan atas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Mempertimbangkan Margin Diagram<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan ini terkait dengan jarak antara diagram dan teks. Padahal hal ini penting diperhatikan dalam membuat diagram, karena lebih mudah bagi orang untuk membaca diagram yang memiliki lebih banyak ruang di sisi kiri dan kanan mereka. Ini juga memberi mereka perasaan nyaman saat melihat pekerjaan Anda dari kedua sisi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Mempertimbangkan Pesan Diagram Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagaimanapun, sangat penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin Anda sampaikan atas pekerjaan Anda. Dalam membuat diagram, khususnya diagram alir, Anda juga perlu menggunakan teknik bercerita yang urut dan runtut. Diagram alir perlu memiliki alur yang mudah dipahami dari awal hingga akhir, sehingga informasi yang coba Anda sampaikan bisa ditangkap oleh audiens.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menggunakan Terlalu Banyak Warna dalam Satu Diagram<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemilihan warna dalam membuat diagram bisa dikatakan sebagai salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Seringkali kita ingin menggunakan lebih dari 3 indeks kemudian mulai menambahkan beberapa warna yang lebih mencolok, agar menonjol dari yang lain. Saat Anda merasa akan menggunakan warna yang kurang cocok, maka coba cari warna yang lebih baik atau Anda dapat mencampur beberapa warna. Tidak perlu menggunakan 8 indeks hitam, abu-abu, dan putih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Mempertimbangkan Bahan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penting untuk memeriksa jenis alat atau persediaan apa yang tersedia untuk membuat diagram. Anda perlu tahu apakah diagram yang dibuat akan menggunakan pena, pensil, penghapus, penggaris, ataupun peralatan lain yang tepat yang akan membantu membuat diagram yang bagus dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menempatkan Dekorasi yang Tidak Perlu di dalam Diagram Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal ini biasanya terjadi pada orang yang tidak atau belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang desain. Seseorang cenderung ingin membuat yang diagram yang cantik sehingga tidak sadar bahwa telah menambahkan terlalu banyak hiasan yang tidak berhubungan dengan informasi pada diagram itu sendiri. Bagi orang awam yang kurang cakap dalam membaca diagram, hal ini bisa menimbulkan salah penafsiran.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Kesalahan-Umum-Dalam-Membuat-Diagram-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"618\" height=\"618\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Kesalahan-Umum-Dalam-Membuat-Diagram-2.png\" alt=\"dekorasi diagram 2\" class=\"wp-image-11220\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Sumber: 200degrees\/Pixabay<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Melabeli Elemen yang Berbeda Dalam Diagram Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat membuat diagram, penting untuk memberi label pada setiap elemen sehingga audiens dapat dengan mudah memahaminya. Kesalahan ini biasanya terjadi ketika kita sedang terburu-buru sehingga lupa menambahkan label teks yang diperlukan yang akan membantu menjelaskan pekerjaan kita.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kehilangan Fokus<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam membuat diagram, Anda perlu fokus dan tetap mengingat tujuan dari pembuatan diagram tersebut. Saat Anda mulai kehilangan fokus, bisa jadi Anda justru akan menghasilkan bagan-bagan yang tidak perlu dan membingungkan. Jika Anda mendapati diri Anda teralihkan dari apa yang seharusnya Anda kerjakan, mungkin sudah waktunya bagi Anda untuk mengevaluasi kembali tujuan Anda. Contoh klasik yang sering terjadi adalah bagan yang tidak perlu efek 3D, kotak besar di sekitar bagan, atau membuat setiap warna cocok dengan hijau limau. Ini mengalihkan perhatian audiens padahal sebenarnya apa yang Anda coba coba sampaikan bukan seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah tadi beberapa kesalahan paling umum yang dilakukan seseorang saat membuat diagram. Dengan mengikuti tips sederhana ini, semoga Anda dapat membuat diagram yang lebih baik dan lebih efektif sehingga akan membantu meningkatkan pekerjaan Anda. Tetap fokus pada apa yang ingin Anda sampaikan dan tunjukkan kepada audiens Anda. Dan terakhir, jangan lupa untuk bijak dalam menggunakan warna!<\/p>\n\n\n\n<p>By the way, siapa nih yang mau dapat uang jajan tambahan? Wah, kalian mesti&nbsp; gabung ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\">Afiliasi Jetorbit<\/a>. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun. Tenang, kami juga menyediakan VPS yang tentu bisa kalian pilih sesuai kebutuhan kalian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagian orang mungkin belum sepenuhnya memahami cara membuat diagram sehingga beberapa di antaranya masih sering membuat kesalahan umum. Namun, selama mereka menyadari kesalahan umum ini, mereka bisa menemukan dan memperbaikinya dengan lebih mudah sebelum mengirimkan atau mempresentasikannya. 12 Kesalahan Umum Dalam Membuat Diagram Berikut adalah kesalahan umum saat membuat diagram: Tidak Memperhatikan Arah Kiri ke &#8230; <a title=\"Kesalahan Umum Dalam Membuat Diagram\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/kesalahan-umum-dalam-membuat-diagram\/\" aria-label=\"Read more about Kesalahan Umum Dalam Membuat Diagram\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3468,283,3469,7,3461,3465,3460,3467,3463,3462],"class_list":["post-11216","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-dekorasi-diagram","tag-domain-murah","tag-elemen-diagram","tag-hosting-murah","tag-kesalahan-membuat-diagram","tag-margin-diagram","tag-membuat-diagram","tag-pesan-diagram","tag-skala-diagram","tag-ukuran-skala","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11216"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12753,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11216\/revisions\/12753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}