{"id":10935,"date":"2022-07-14T01:57:00","date_gmt":"2022-07-13T18:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=10935"},"modified":"2022-07-18T13:26:20","modified_gmt":"2022-07-18T06:26:20","slug":"pengertian-hacker-dan-tips-menghindari-serangan-hacker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-hacker-dan-tips-menghindari-serangan-hacker\/","title":{"rendered":"Pengertian Hacker, Jenis Hacker, dan Tips Menghindari Serangan Hacker"},"content":{"rendered":"\n<p>Di era teknologi dan internet saat ini, <em>hacker <\/em>jadi salah satu sosok yang cukup sering dibicarakan. Secara umum, arti <em>hacker <\/em>sering diartikan negatif. Apakah kalian juga berpikiran yang sama bahwa hacker adalah penjahat? Agar kalian tahu rincian mengenai apa itu <em>hacker<\/em>, simak yuk ulasan tentang <strong>Pengertian Hacker, Jenis Hacker, dan Tips Menghindari Serangan Hacker<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Hacker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Hacker <\/em>adalah orang yang menemukan dan memanfaatkan kelemahan sistem komputer dan atau jaringan untuk mendapatkan akses ke data pribadi atau bisnis.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pengertian-Hacker-Jenis-Hacker-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"612\" height=\"408\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pengertian-Hacker-Jenis-Hacker-1.jpg\" alt=\"pengertian hacker 1\" class=\"wp-image-10939\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Biasanya, <em>hacker <\/em>adalah <em>programmer <\/em>yang terampil dengan pengetahuan tentang keamanan komputer yang luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh tindakan yang bisa dilakukan <em>hacker <\/em>adalah meretas sistem komputer menggunakan algoritma kata sandi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, mereka mencuri informasi untuk menyakiti orang lain melalui pencurian identitas atau membuat sistem atau website <em>down <\/em>untuk mendapatkan uang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-Jenis Hacker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun banyak orang mendengar kata <em>hacker <\/em>sebagai <em>cybercriminal<\/em>, <em>hacker <\/em>adalah orang cerdas yang tak selalu jahat.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang <em>hacker <\/em>hanyalah orang yang menggunakan pemrograman komputer atau keterampilan teknis untuk mengatasi berbagai masalah sistem komputer. Hingga saat ini, jenis-jenis <em>hacker <\/em>ada dari sisi baik dan sisi buruk, dan ada juga orang yang berada di antara keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini jenis-jenis <em>hacker <\/em>yang ada di sekitar kita:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>White Hat Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>White Hat Hacker<\/em> adalah salah satu dari jenis-jenis <em>hacker <\/em>profesional dengan keahlian di bidang keamanan cyber (<em>cybersecurity<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, mereka bersertifikat resmi dan berwenang untuk meretas sistem. <em>White Hat Hacker <\/em>ini bekerja untuk pemerintah atau organisasi sehingga dapat masuk ke sistem dengan legal dan meretas sistem dari celah keamanan <em>cyber <\/em>milik organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tugas dari <em>White Hat Hacker<\/em> adalah menguji tingkat keamanan <em>cyber <\/em>di organisasi mereka sehingga dapat mengidentifikasi titik lemah dan memperbaikinya untuk menghindari serangan dari sumber eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hacker <\/em>ini bekerja sesuai peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau instansi serupa yang mempekerjakannya. Oleh karena itu, <em>White Hat Hacker<\/em> juga dikenal sebagai <em>hacker <\/em>etis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Black Hat Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Black hat hacker<\/em> juga merupakan seorang ahli komputer yang berpengetahuan luas tetapi memiliki niat yang salah. Mereka menyerang sistem lain untuk mendapatkan akses ke sistem tersebut tanpa izin resmi.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat sudah berhasil masuk ke suatu sistem, mereka mungkin mencuri data atau bahkan menghancurkan sistem. Lalu, mereka menjual data dan <em>resource <\/em>yang dia curi ke <em>black market <\/em>atau memeras perusahaan atau instansi targetnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Praktik <em>hacking <\/em>yang digunakan oleh jenis <em>hacker <\/em>ini bergantung pada kapasitas dan pengetahuan <em>hacking <\/em>perindividu. Biasanya <em>black hat hacker<\/em> juga dikenal sebagai <em>cracker<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gray Hat Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Para ilmuwan mengkategorikan jenis-jenis <em>hacker <\/em>berdasarkan niat dan tujuan mengapa melakukan <em>hacking <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Peran <em>gray hat hacker <\/em>berada di antara <em>black hat<\/em> <em>hacker <\/em>dan <em>white hat hacker<\/em>. Ia melakukan <em>hacking <\/em>dengan tujuan dan niat baik dan sekaligus buruk. Namun, umumnya tujuan <em>gray hat hacker<\/em> adalah untuk mendapatkan keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia membobol sistem komputer tanpa otoritas dengan maksud untuk mengidentifikasi kelemahan sistem dan mengungkapkannya kepada pemilik sistem.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Script Kiddies<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Script kiddies hacker<\/em> adalah salah satu dari banyaknya jenis <em>hacker <\/em>yang tergolong amatir di bidang <em>hacking<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mencoba meretas sistem dengan skrip dari sesama peretas lainnya. <em>Script kiddies<\/em> mencoba meretas sistem, jaringan, atau website untuk mendapatkan perhatian dari rekan-rekan sesama <em>hacker<\/em>. Bahkan,<em> script kiddies<\/em> hanyalah remaja yang tidak memiliki pengetahuan lengkap tentang proses <em>hacking<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu jenis <em>hacking <\/em>standar yang dilakukan <em>kiddie script<\/em> adalah serangan DoS (<em>Denial of Service<\/em>) atau DDoS (<em>Distributed Denial of Service<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Blue Hat Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hampir sama seperti <em>script kiddies<\/em>, <em>blue hat hacker<\/em> tidak berniat belajar dengan benar sejak awal. Mereka menggunakan aktivitas <em>hacking <\/em>sebagai senjata untuk mendapatkan popularitas di antara sesama <em>hacker<\/em>. Mereka melakukan <em>hacking <\/em>untuk berlomba-lomba mengungguli musuh mereka.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Blue Hat Hacker<\/em> terbilang cukup berbahaya karena niat di balik aktivitasnya tanpa punya cukup pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Green Hat Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Green hat hacker <\/em>adalah salah satu dari jenis-jenis <em>hacker <\/em>yang mempelajari panduan melakukan <em>hacking<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka sedikit berbeda dari <em>Script Kiddies<\/em> karena niat dan tujuan mereka yang berusaha dan belajar menjadi <em>full-fledged hacker<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Green hat hacker<\/em> mencari peluang untuk belajar dari <em>hacker <\/em>berpengalaman agar bisa ikut melakukan <em>hacking <\/em>dengan profesional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Red Hat Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Red Hat Hacker<\/em> identik dengan istilah<em> Eagle-Eyed Hacker<\/em>. <em>Red hat hacker<\/em> adalah tipe <em>hacker <\/em>yang mirip dengan <em>white hat hacker<\/em>. <em>Hacker <\/em>ini memiliki tujuan untuk menghentikan serangan <em>hacking <\/em>yang dilakukan <em>cracker <\/em>atau <em>black hat hacker<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan antara <em>red hat hacker <\/em>dan <em>white hat hacker <\/em>adalah dalam dari proses <em>hacking<\/em>nya melalui niat yang sama. <em>Red hat hacker <\/em>cukup kejam saat berhadapan dengan <em>black hat hacker <\/em>dalam menangkal <em>malware<\/em>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pengertian-Hacker-Jenis-Hacker-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"612\" height=\"345\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pengertian-Hacker-Jenis-Hacker-2.png\" alt=\"pengertian hacker 2\" class=\"wp-image-10938\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p><em>Hacker <\/em>ini terus menyerang dan mungkin akhirnya harus mengganti seluruh sistem keamanan yang seharusnya untuk dibangun ulang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>State\/Nation Sponsored Hackers<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemerintah atau suatu instansi penting merekrut <em>hacker <\/em>untuk mendapatkan informasi tentang negara lain. Jenis peretas ini dikenal sebagai peretas yang disponsori negara (<em>State\/Nation Sponsored Hackers<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hacker <\/em>ini menggunakan pengetahuan mereka untuk mendapatkan informasi rahasia dari negara lain agar siap menghadapi bahaya yang akan datang ke negara mereka. Informasi sensitif membantu negara dan <em>hacker <\/em>itu sendiri untuk berada di atas setiap situasi dan juga menghindari bahaya yang akan datang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hacktivist<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berkebalikan dengan <em>State\/Nation Sponsored Hackers<\/em>, <em>hacktivist <\/em>bermaksud meretas website pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka menyamar sebagai aktivis yang terdiri dari individu atau sekelompok <em>hacker <\/em>tanpa nama yang tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan akses ke website dan jaringan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Data pemerintah yang ia dapatkan digunakan untuk kepentingan politik atau sosial pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Whistleblower<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dari sekian banyak jenis <em>hacker <\/em>di atas, <em>hacker <\/em>ini termasuk individu yang bekerja di organisasi untuk mengekspos informasi rahasia.<\/p>\n\n\n\n<p>Maksud atau tujuan di balik mengapa <em>whistleblower <\/em>melakukan <em>hacking <\/em>mungkin disebabkan oleh dendam pribadi dengan organisasi atau individu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Hacker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami arti <em>hacker <\/em>tak akan lengkap tanpa tahu cara kerjanya. Sebagai sebuah profesi, <em>hacker <\/em>bekerja dengan meretas atau membobol keamanan suatu jaringan internet. <em>Hacker <\/em>akan menguji kerentanan keamanan suatu jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari peretasan tersebut juga sangat beragam, mulai dari untuk mendapatkan akses secara ilegal ke komputer, jaringan, sistem komputasi, perangkat seluler, atau sistem internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak jarang <em>hacker <\/em>juga menggunakan keahliannya untuk kejahatan, misalnya untuk mencuri kredensial <em>login<\/em>, informasi keuangan, dan jenis informasi sensitif lainnya. Jasa hacker secara ilegal juga biasa digunakan untuk mengeksploitasi kelemahan sosial, memanipulasi hasil sosial, hingga untuk mendapatkan informasi keuangan atau <em>login<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, di dunia profesional kini jasa <em>hacker <\/em>mulai banyak dimanfaatkan secara legal. Biasanya, jasa <em>hacker <\/em>dipakai untuk menguji keamanan jaringan suatu lembaga atau perusahaan. <em>Hacker <\/em>akan melakukan tes ke setiap elemen atau celah yang masih berisiko mengalami kebocoran atau gangguan sistem keamanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5 Tips Mudah Menghindari Serangan Hacker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay, daripada kalian ketakutan setiap kali ada ancaman <em>hacking<\/em>, kalian bisa lakukan beberapa cara mudah mencegah serangan <em>hacker <\/em>dengan cara berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Install plugin security<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kalian membangun website dengan sistem CMS, kalian bisa meningkatkan performa website dengan plugin keamanan yang secara aktif mencegah upaya peretasan website.<\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing jenis CMS juga sudah memiliki plugin keamanan yang tersedia gratis. Misalnya, pada CMS WordPress ada plugin fail2Ban, iThemes Security, Wordfence, Sucuri, Shield Security, Akismet, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kalian menggunakan CMS Magento, kalian bisa menggunakan opsi plugin security, seperti Amasty, Watching Pro, MageFence.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk <a href=\"https:\/\/www.joomla.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Joomla<\/a>, kalian bisa pilih plugin security, seperti JhackGuard, JomDefender, RSFirewall.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan HTTPS<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>HTTPS sangat penting untuk keamanan website dari serangan <em>hacker <\/em>karena <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-sih-perbedaan-http-dan-https-yuk-cari-tau-di-sini\/\">HTTPS <\/a>menandakan bahwa website tersebut aman untuk memberikan informasi keuangan di halaman web tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>HTTPS adalah HTTP yang bersertifikasi SSL. Website ber-HTTPS yang dilengkapi SSL juga dapat meningkatkan kepercayaan <em>brand <\/em>dari tiap pengguna website.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbarui Platform Website atau Aplikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk melindungi website agar tidak jadi sasaran empuk <em>hacker<\/em>, silakan kalian pastikan CMS, plugin, aplikasi, dan skrip apapun yang dipasang selalu<em> up-to-date<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, banyak dari <em>tools <\/em>tersebut dirancang sebagai program perangkat lunak <em>open source<\/em> sehingga kodenya mudah diakses oleh <em>programmer <\/em>yang bermaksud baik maupun <em>hacker<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pastikan Gunakan Password yang Aman<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berusahalah untuk membuat <em>password <\/em>program yang benar-benar aman. Jika diperlukan, buatlah <em>password <\/em>yang panjang, terdiri dari campuran karakter khusus, angka, dan huruf.<\/p>\n\n\n\n<p>Hindari pula <em>password <\/em>yang berpotensi mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nama kalian sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lakukan Prosedur Backup Otomatis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Skenario terburuk dari upaya serangan <em>hacking <\/em>adalah kehilangan semua data dan <em>resource <\/em>program karena kalian lupa mem-<em>backup<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara terbaik untuk melindungi sistem adalah memiliki data cadangan terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti halnya di Jetorbit, untuk sistem <em>backup<\/em>nya, database dilakukan setiap hari, sedangkan untuk file yang ada di hosting dilakukan setiap minggu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3+ Extra Tips Untuk Melindungi Website dari Serangan Hacker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini juga disediakan tips pengamanan lanjutan supaya keamanan website kalian lebih optimal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa perlu berlama-lama, berikut adalah berbagai tips ampuh untuk menangkal <em>hacker<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Memperketat Keamanan Saat Menerima File Upload di Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa website menyediakan opsi upload file dari pengunjung website. Misalnya upload file bukti pembayaran, upload foto identitas, dan foto diri. Tahukah kalian bahwa opsi tersebut bisa jadi celah para <em>hacker <\/em>untuk melakukan aksinya?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa risiko keamanan yang terjadi jika website Anda menyediakan opsi upload file:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>File disisipi <em>malware<\/em>, <em>exploit<\/em>, ataupun <em>script <\/em>yang berbahaya bagi website dan server kalian.<\/li><li>Menimpa file di server. File yang di<em>upload <\/em>dapat menimpa file di server jika keduanya mempunyai nama file dan extensi yang sama. Hal ini bisa menyebabkan website kalian tak berfungsi dan pengaturan keamanan berubah.<\/li><li>File yang diupload terlalu besar dapat mengganggu server.&nbsp;<\/li><li>Berpeluang terjadi serangan DoS melalui upload file.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Nah, untuk mengurangi risiko serangan <em>hacker <\/em>pada upload file, ada beberapa cara berikut ini yang direkomendasikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Hanya izinkan jenis file tertentu. Batasi jenis file yang boleh di<em>upload <\/em>sehingga meminimalisir file bervirus yang hendak di<em>upload<\/em>.<\/li><li>Scan file. Kalian bisa <em>download <\/em>anti virus untuk memindai setiap file yang di<em>upload<\/em> di website kalian.<\/li><li>Tetapkan ukuran maksimal file. Hal ini untuk menghindari serangan DoS melalui file yang di<em>upload<\/em>.<\/li><li>Ubah nama file yang telah di<em>upload<\/em>. Hal ini dilakukan untuk mencegah <em>hacker <\/em>dapat mengakses kembali file yang di<em>upload<\/em>. Sekaligus tidak menyebabkan tumpang tindih dengan file penting di server.&nbsp;<\/li><li>Simpan file di luar <em>folder root web<\/em>. Pastikan direktori tempat file yang di<em>upload<\/em> berada di luar <em>root web<\/em> sehingga <em>hacker <\/em>tidak dapat mengakses situs web kalian melalui file tersebut.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Gunakan Parameter Query&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan parameter <em>query <\/em>adalah salah satu cara untuk mencegah <em>hacker <\/em>agar mereka tidak melakukan serangan SQL <em>injection<\/em>. Serangan SQL <em>Injection <\/em>ini menyerang database website kalian. Serangan jenis ini juga merupakan serangan yang sering dilakukan oleh para <em>hacker<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Query <\/em>sendiri adalah bahasa SQL yang ditampilkan dalam bentuk visual. Sementara, parameter <em>query <\/em>adalah <em>query <\/em>yang telah diberikan nilai parameternya. Mudahnya, prinsip langkah ini adalah membuat kode yang cukup kuat dengan <em>query <\/em>yang telah diberikan nilai parameter.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, pengguna yang tidak mengetahui nilai parameternya tidak dapat mengakses database tersebut. Dengan parameter yang cukup spesifik juga akan mempersempit celah bagi <em>hacker <\/em>untuk menyerang database website kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Gunakan Content Security Policy (CSP)&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Content Security Policy<\/em> (CSP) adalah pengaturan tambahan yang diterapkan melalui respons HTTP Header. Pengaturan ini dapat membantu kalian melindungi website dari serangan XSS maupun serangan melalui kode injeksi lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan CSP, kalian bisa mengatur domain mana saja yang diizinkan untuk dimuat di server kalian. Sehingga, jika <em>hacker <\/em>mencoba menyisipkan kode berbahaya di domain tersebut, browser akan langsung memblokirnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>CSP juga telah didukung oleh semua browser yang biasa umum digunakan oleh oleh para pengguna, seperti Chrome, FireFox, Safari, Edge, dan Internet Explorer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Atur File Permission dan Kunci Direktori di cPanel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Semua website memiliki file dan folder yang disimpan di akun web hosting pemiliknya. Dalam file tersebut berisi <em>script <\/em>dan data-data yang membuat website kalian dapat berjalan sesuai fungsinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, masing-masing file dan folder memiliki izin yang dapat membatasi akses seseorang. Artinya, setiap file telah diatur siapa yang dapat membaca, menulis, dan mengeksekusinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Izin akses file dapat dilihat melalui tiga kode digit angka 0-7. <strong>Digit pertama<\/strong> merupakan izin pemilik file. <strong>Digit kedua<\/strong> merupakan pihak atau orang tertentu yang diberi izin oleh pemilik file. Sementara <strong>digit ketiga<\/strong> adalah semua orang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, cara membaca kode angka tersebut adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>4 berarti dapat dibaca<\/li><li>2 berarti dapat ditulis&nbsp;<\/li><li>1 berarti dapat dieksekusi<\/li><li>0 berarti tidak dapat dibaca, ditulis, dan dieksekusi&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, kode salah satu file adalah \u201c744\u201d. Dalam hal ini digit pertama atau pemilik file memiliki izin berupa \u201c7\u201d (4+2+1), artinya pemilik file dapat membaca, menulis, dan mengeksekusi file tersebut. Sementara itu, pihak tertentu dan orang lain pada umumnya hanya diberi izin untuk membaca.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, ketika suatu file pertama kali dibuat, pengaturan izin sudah secara otomatis diatur ke <em>mode default<\/em>. Pengguna tak perlu lagi melakukan pengaturan izin pada setiap file. Namun, ada kalanya kalian membutuhkan perubahan <em>file permission<\/em>, seperti ketika ada <em>update <\/em>terbaru atau instalasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diingat pula, jika kalian salah mengatur file permission, website kalian bisa rentan terhadap serangan <em>hacker<\/em>. Jadi, pastikan file penting kalian tidak diatur dengan kode \u201c777\u201d. Nah, Berikut ini cara untuk mengubah pengaturan file permission:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Login ke cPanel atau program FTP&nbsp;&nbsp;<\/li><li>Pilih menu<strong> File Manager =&gt; pilih file yang kalian ingin atur file permissionnya<\/strong><\/li><li>Klik kanan pada file lalu pilih <strong>Change Permission<\/strong><\/li><li>Centang pilihan <em>permission file<\/em> tersebut&nbsp;<\/li><li>Setelah mengatur <em>file permission<\/em>, klik tombol <strong>Change Permission<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah mengatur<em> file permission<\/em> setiap file, kalian juga bisa menambahkan <em>password <\/em>pada folder atau direktori akun web hosting kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Hacker <\/em>adalah seseorang dengan pengetahuan luas dan keterampilan mumpuni tentang teknologi yang memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk mengatasi masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jenis-jenis <em>hacker <\/em>yang ada di sekitar kita dibedakan berdasarkan cara dan tujuan mereka dalam mengatasi masalah. Kalian sudah paham, kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, seperti kata pepatah \u201clebih baik mencegah daripada mengobati\u201d, kalian harus memastikan keamanan website dan aplikasi yang sedang kalian miliki dan kelola dengan sistem keamanan berintegritas tinggi. Contohnya di Jetorbit ada fitur keamanan <a href=\"https:\/\/client.jetorbit.com\/cart.php?gid=8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SSL <\/a>yang bisa kalian dapatkan dengan harga terjangkau dan berperforma luar biasa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era teknologi dan internet saat ini, hacker jadi salah satu sosok yang cukup sering dibicarakan. Secara umum, arti hacker sering diartikan negatif. Apakah kalian juga berpikiran yang sama bahwa hacker adalah penjahat? Agar kalian tahu rincian mengenai apa itu hacker, simak yuk ulasan tentang Pengertian Hacker, Jenis Hacker, dan Tips Menghindari Serangan Hacker Pengertian &#8230; <a title=\"Pengertian Hacker, Jenis Hacker, dan Tips Menghindari Serangan Hacker\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-hacker-dan-tips-menghindari-serangan-hacker\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Hacker, Jenis Hacker, dan Tips Menghindari Serangan Hacker\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11076,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3378,283,3375,7,3377,3379,3381,3376,3380],"class_list":["post-10935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-cara-kerja-hacker","tag-domain-murah","tag-hacker-adalah","tag-hosting-murah","tag-jenis-hacker","tag-menghindari-hacker","tag-parameter-query","tag-pengertian-hacker","tag-serangan-hacker","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10935"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10940,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10935\/revisions\/10940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}