{"id":10722,"date":"2022-07-02T10:43:03","date_gmt":"2022-07-02T03:43:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=10722"},"modified":"2022-06-30T15:06:20","modified_gmt":"2022-06-30T08:06:20","slug":"perbedaan-inline-css-external-css-dan-internal-css","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/perbedaan-inline-css-external-css-dan-internal-css\/","title":{"rendered":"Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS"},"content":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahukah bahwa ada 3 cara untuk menambahkan style CSS ke website kalian: kalian bisa menggunakan internal CSS dan menambahkannya ke rule CSS di dalam bagian &lt;head&gt; pada dokumen HTML, atau menghubungkan file CSS eksternal yang mengandung semua rule CSS, atau yang terakhir adalah menggunakan inline CSS. Nah, ketahui lebih detailnya yuk di artikel <strong>Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS<\/strong><\/p>\n<h2><strong>Opsi 1 \u2013 Internal CSS<\/strong><\/h2>\n<p>Kode CSS internal diletakkan di dalam bagian &lt;head&gt; pada halaman. Class dan ID bisa digunakan untuk merujuk pada kode CSS tapi hanya akan aktif pada halaman tersebut.<\/p>\n<p>Style CSS yang dipasang dengan metode ini akan di-<em>download<\/em> setiap kali halaman dipanggil sehingga akan meningkatkan kecepatan akses. Namun, ada beberapa case yang mana penggunaan internal stylesheet justru berguna.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya adalah untuk mengirimkan template halaman ke seseorang \u2013 karena semuanya bisa terlihat dalam 1 halaman maka akan lebih mudah untuk melihat previewnya. CSS internal diletakkan di dalam tag &lt;style&gt;&lt;\/style&gt;. Contohnya:<\/p>\n<p>&lt;head&gt;<\/p>\n<p>&lt;style type=&#8221;text\/css&#8221;&gt;<\/p>\n<p>p {color:white; font-size: 10px;}<\/p>\n<p>.center {display: block; margin: 0 auto;}<\/p>\n<p>#button-go, #button-back {border: solid 1px black;}<\/p>\n<p>&lt;\/style&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/head&gt;<\/p>\n<h3><strong>Manfaat internal CSS:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Perubahan hanya terjadi pada 1 halaman.<\/li>\n<li>Class dan ID bisa digunakan oleh internal stylesheet.<\/li>\n<li>Tidak perlu meng-<em>upload<\/em> beberapa file karena <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/php-vs-html-yang-harus-anda-ketahui-terupdate\/\">HTML<\/a> dan CSS bisa digunakan di file yang sama.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kekurangan menggunakan Internal CSS:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Meningkatkan waktu akses website<\/li>\n<li>Perubahan hanya terjadi pada 1 halaman \u2013 tidak efisien jika kalian ingin menggunakan CSS yang sama pada beberapa file.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Cara menambahkan internal CSS ke halaman HTML<\/strong><\/h3>\n<ol>\n<li>Buka file HTML kalian dengan menggunakan text editor. Jika halaman sudah di<em>upload<\/em> ke hosting, kalian bisa menggunakan text editor yang telah disediakan oleh hosting kalian. Jika kalian memiliki file HTML di komputer kalian, kalian bisa menggunakan text editor apapun untuk mengedit lalu meng<em>upload<\/em> file ke akun hosting kalian menggunakan aplikasi FTP.<\/li>\n<li>Temukan bagian awal kode &lt;head&gt; dan tambahkan kode berikut ini di bawahnya:<\/li>\n<\/ol>\n<p>&lt;style type=&#8221;text\/css&#8221;&gt;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Pada baris baru, tambahkan rule CSS:<\/li>\n<\/ol>\n<p>body {<\/p>\n<p>background-color: blue;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>h1 {<\/p>\n<p>color: red;<\/p>\n<p>padding: 60px;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Setelah kalian menambahkan rule CSS, tambahkan tag penutup:<\/li>\n<\/ol>\n<p>&lt;\/style&gt;<\/p>\n<p>Nantinya file HTML yang sudah ditambahkan style CSS akan terlihat seperti ini:<\/p>\n<p>&lt;!DOCTYPE html&gt;<\/p>\n<p>&lt;html&gt;<\/p>\n<p>&lt;head&gt;<\/p>\n<p>&lt;style&gt;<\/p>\n<p>body {<\/p>\n<p>background-color: blue;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>h1 {<\/p>\n<p>color: red;<\/p>\n<p>padding: 60px;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>&lt;\/style&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/head&gt;<\/p>\n<p>&lt;body&gt;<\/p>\n<p>&lt;h1&gt;Jetorbit Tutorials&lt;\/h1&gt;<\/p>\n<p>&lt;p&gt;This is our paragraph.&lt;\/p&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/body&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/html&gt;<\/p>\n<h2><strong>Opsi 2 \u2013 External CSS<\/strong><\/h2>\n<p>Salah satu cara yang paling nyaman untuk menambahkan CSS ke website adalah dengan menghubungkannya ke file .CSS eksternal. Dengan cara tersebut, perubahan apapun yang dibuat pada file CSS akan tampil pada website kalian secara keseluruhan. File CSS eksternal biasanya diletakkan setelah bagian &lt;head&gt; pada halaman:<\/p>\n<p>&lt;head&gt;<\/p>\n<p>&lt;link rel=&#8221;stylesheet&#8221; type=&#8221;text\/css&#8221; href=&#8221;style.css&#8221; \/&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/head&gt;<\/p>\n<p>Dalam contoh di atas, file <strong>style.css<\/strong> berisikan semua rule. Contohnya:<\/p>\n<p>.xleftcol {<\/p>\n<p>float: left;<\/p>\n<p>width: 33%;<\/p>\n<p>background:#809900;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.xmiddlecol {<\/p>\n<p>float: left;<\/p>\n<p>width: 34%;<\/p>\n<p>background:#eff2df;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<h3><strong>Manfaat external <\/strong><strong style=\"font-size: 16px\">CSS<\/strong><strong style=\"font-size: 16px\">:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Ukuran file HTML menjadi lebih kecil dan strukturnya lebih rapi.<\/li>\n<li>Kecepatan loading menjadi lebih cepat.<\/li>\n<li>File CSS yang sama bisa digunakan di banyak halaman.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kekurangan <\/strong><strong style=\"font-size: 16px\">external <\/strong><strong style=\"font-size: 16px\">CSS:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Halaman belum tampil secara sempurna hingga file CSS selesai dipanggil.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Opsi 3 \u2013 Inline CSS<\/strong><\/h2>\n<p>Inline CSS digunakan untuk tag HTML tertentu. Atribut &lt;style&gt; digunakan untuk memberikan style ke tag HTML tertentu. Cara ini kurang direkomendasikan karena setiap tag HTML malah harus diberikan style masing-masing. Kalian akan lebih sulit dalam mengatur website jika hanya menggunakan inline CSS.<\/p>\n<p>Namun, di beberapa situasi, justru inline CSS ini menjadi berguna, lho. Contohnya, pada saat kalian tidak memiliki akses ke file CSS atau harus mengubah style untuk 1 elemen saja.<\/p>\n<p>Contoh halaman HTML dengan inline CSS adalah seperti berikut:<\/p>\n<p>&lt;!DOCTYPE html&gt;<\/p>\n<p>&lt;html&gt;<\/p>\n<p>&lt;body style=&#8221;background-color:black;&#8221;&gt;<\/p>\n<p>&lt;h1 style=&#8221;color:white;padding:30px;&#8221;&gt;Jetorbit Tutorials&lt;\/h1&gt;<\/p>\n<p>&lt;p style=&#8221;color:white;&#8221;&gt;Something usefull here.&lt;\/p&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/body&gt;<\/p>\n<p>&lt;\/html&gt;<\/p>\n<h3><strong>Manfaat Inline CSS:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Berguna jika kalian ingin menguji dan melihat perubahan.<\/li>\n<li>Berguna untuk perbaikan cepat.<\/li>\n<li>Permintaan HTTP yang lebih kecil.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kekurangan Inline CSS:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Inline CSS harus diterapkan pada setiap elemen<\/li>\n<\/ul>\n<p>Gimana, mudah dipahami, kan? Yeayy, akhirnya kalian sudah tahu nih beberapa cara menambahkan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-css-lebih-dekat-pengertian-fungsi-tujuan-cara-menulis-kode-2\/\">CSS<\/a> ke website kalian dan juga mengetahui perbedaan antara inline, eksternal, dan internal stylesheets. Semoga bermanfaat, ya.<\/p>\n<p>Oia, kenalan yuk sama Aplikasi Ujian Online milik Jetorbit,<a href=\"https:\/\/ujione.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ujione<\/a>! Berbasis Cloud Pertama di Indonesia! Jadi, bisa melaksanakan ulangan harian, quiz, ujian akhir dan tugas bisa dari aplikasi Android, IOS dan juga Web. kalian tidak perlu menyiapkan perangkat server\/hosting lagi, lho. Pokoknya mudah!<\/p>\n<p>Selain itu, kami juga menyediakan VPS, lho.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahukah bahwa ada 3 cara untuk menambahkan style CSS ke website kalian: kalian bisa menggunakan internal CSS dan menambahkannya ke rule CSS di dalam bagian &lt;head&gt; pada dokumen HTML, atau menghubungkan file CSS eksternal yang mengandung semua rule CSS, atau yang terakhir adalah menggunakan inline CSS. Nah, ketahui lebih detailnya yuk di artikel &#8230; <a title=\"Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/perbedaan-inline-css-external-css-dan-internal-css\/\" aria-label=\"Read more about Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10954,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,3320,7,3323,3317,3322,3325,3319,3321,3324,3318],"class_list":["post-10722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-external-css","tag-hosting-murah","tag-inline-css","tag-internal-css","tag-kekurangan-external-css","tag-kekurangan-inline-css","tag-kekurangan-internal-css","tag-manfaat-external-css","tag-manfaat-inline-css","tag-manfaat-internal-css","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10722"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10972,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10722\/revisions\/10972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}