{"id":10556,"date":"2022-06-18T08:11:00","date_gmt":"2022-06-18T01:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=10556"},"modified":"2022-06-29T11:55:24","modified_gmt":"2022-06-29T04:55:24","slug":"jenis-vps-dan-tips-memilih-vps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/jenis-vps-dan-tips-memilih-vps\/","title":{"rendered":"Kenali Jenis-Jenis VPS dan Tips Memilih VPS Terbaik"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi kalian yang telah terjun ke dunia IT nih, tentu tak asing lagi dengan VPS, kan? Virtual Private Server atau VPS adalah salah satu jenis web hosting yang biasa digunakan untuk mengakomodir pembuatan website. Lalu, apa saja jenis VPS berdasarkan virtualisasinya? Okay, simak ya artikel <strong>Kenali Jenis-Jenis VPS dan Tips Memilih VPS Terbaik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-jenis VPS yang Harus Diketahui<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mari kenali jenis-jenis VPS tersebut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. OpenVZ<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Open Virtuozzo atau <a href=\"https:\/\/openvz.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">OpenVZ<\/a> adalah jenis VPS yang berbasis kernel Linux. Oleh karena itu, pengguna VPS dengan OpenVZ dapat menginstal berbagai sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Fedora, dan Debian.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kenali-Jenis-Jenis-VPS-dan-Tips-Memilih-VPS-Terbaik-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"195\" class=\"wp-image-10559 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kenali-Jenis-Jenis-VPS-dan-Tips-Memilih-VPS-Terbaik-1.png\" alt=\"kenali jenis vps 1\" \/><\/a><\/figure>\r\n<\/div>\n\n\n\n<p>OpenVZ dikenal dengan penggunaan satu kernel yang pengaturannya sama rata untuk semua pengguna. Artinya, masing-masing pengguna tidak ditentukan batas penggunaan memori atau penyimpanan VPS-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, akibatnya adalah jika ada pengguna yang menggunakan terlalu banyak sumber daya atau terlalu banyak pengguna pada satu server, <em>performance<\/em>-nya menjadi kurang baik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beberapa manfaat saat kalian menggunakan OpenVZ adalah:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Biayanya Terjangkau<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>OpenVZ bersifat <em>open-source<\/em> dan bisa digunakan secara gratis. Makanya jenis VPS ini umumnya lebih terjangkau dibandingkan VPS lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengubah Pengaturan dan Migrasi VPS tanpa Restart Container<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kalian bisa mengubah pengaturan di VPS OpenVZ atau memindahkannya ke hosting VPS lain tanpa <em>restart <\/em>atau memulai ulang <em>container<\/em>. Dengan begitu, website atau aplikasi kalian menjadi lebih lancar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memungkinkan Instalasi Firewall<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pengguna OpenVZ bisa menginstal <em>firewall <\/em>untuk mencegah akses yang tidak diinginkan ke hosting VPS kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. KVM<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>KVM adalah salah satu dari jenis-jenis <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-cek-ip-vps\/\">VPS <\/a>yang patut dicoba, terutama jika ingin menggunakan OS Windows.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Alasannya adalah KVM mengubah server Linux menjadi <em>hypervisor <\/em>yang dapat menjalankan beberapa VPS dengan guest OS. Alhasil, pengguna bisa menginstal sistem operasi selain Linux, termasuk Windows.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, KVM juga memberikan kernel tersendiri di masing-masing VPS maka pengguna dapat menentukan porsi penggunaan sumber daya hosting sehingga kestabilan server dapat terjaga. Pembagian sumber daya ini juga yang menyebabkan jenis VPS ini sering dimanfaatkan untuk pengembangan aplikasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ada beberapa kelebihan KVM lainnya, yakni:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyimpanan Data yang Tangguh<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>KVM didukung dengan penyimpanan tambahan berupa NAS (<em>network-attached storage<\/em>) dan Multipath I\/O. Keduanya membuat data website tetap dapat diakses ketika ada error perangkat keras sehingga website kalian tetap bisa berfungsi dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keamanan Ganda<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>VPS yang menggunakan KVM memiliki dua sistem keamanan bawaan Linux, yaitu SELinux dan sVirt. SELinux membatasi pengguna selain pengguna root untuk tidak membuat, menjalankan, atau membaca file di VPS kalian. Ditambah dengan sVirt yang mencegah aplikasi penyusup dari menggunakan sumber daya hosting, VPS kalian menjadi lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Migrasi Tanpa Downtime<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Website kalian tetap bisa diakses ketika dipindahkan ke hosting lain berkat fitur live migration jika menggunakan KVM. Fitur ini menyimpan proses yang terjadi di website dan melanjutkannya lagi setelah migrasi selesai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Hyper V<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hyper V bekerja seperti KVM, yakni mengubah server fisik menjadi sebuah <em>hypervisor<\/em>. Bedanya, jenis VPS menggunakan Windows sebagai sistem operasi dasar sehingga pengguna Hyper V pun bisa menginstal OS lain di VPS-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, satu hal yang harus diperhatikan dari VPS Hyper V adalah alokasi memorinya. Apabila ada pengguna yang menggunakan terlalu banyak sisa memori server, performa server bisa terbebani.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jika ingin menggunakan jenis VPS ini, sebaiknya memilih penyedia hosting yang menentukan batasan penggunaan memori VPS secara jelas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketika menggunakan VPS Hyper V, kalian akan mendapatkan kelebihan-kelebihan berikut ini:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keamanan Data Website<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Hyper V memiliki fitur Disaster Recovery yang menyimpan <em>backup <\/em>data VPS di server terpisah. <em>Backup <\/em>tersebut bisa dipulihkan kapanpun. Dengan begitu, data website pengguna tetap tersedia apabila ada kerusakan di server utama.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Live Migration<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Seperti KVM, Hyper V juga menawarkan fitur <em>live migration<\/em>. Artinya, pengguna bisa memindahkan VPS-nya ke layanan hosting lain tanpa mempengaruhi performa websitenya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Xen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis virtualisasi ini menawarkan paravirtualization yang memungkinkan OS masing-masing pengguna untuk berkomunikasi dengan <em>hypervisor<\/em>.&nbsp; Dampaknya adalah performa VPS pengguna bisa lebih baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain peningkatan performa, <em>paravirtualization <\/em>juga memberi pengguna fasilitas untuk membantu pengelolaan VPS, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Multi-server management<\/li><li>Performance alerting and reporting<\/li><li>Live migration<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Oia, Xen juga masih memiliki keunggulan lainnya, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kemudahan Set Up<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Konfigurasi infrastruktur untuk Xen tidak rumit sehingga proses <em>set up<\/em>-nya cepat. Maka, kalian pun bisa segera menggunakan VPS Xen.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kemudahan Pengelolaan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Set up<\/em> dan pengelolaan Xen terbilang mudah. Semua itu berkat fitur XENCenter Management Console yang akan membantu pengguna memulai, menghentikan, dan membuat <em>backup <\/em>VPS dengan satu klik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dukungan untuk Windows<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Xen merupakan virtualisasi yang berbasis Linux tapi pengguna tetap bisa menginstal Windows sebagai sistem operasi VPS-nya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi VPS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa fungsi VPS yang bisa kalian manfaatkan untuk meningkatkan kinerja website atau bisnis online:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Website Trafik Super Tinggi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kalian memiliki website dengan trafik super tinggi, VPS adalah solusi layanan yang sesuai untuk website kalian. Apabila saat ini kalian sedang menggunakan <em>shared hosting<\/em>, kalian dapat berpindah layanan ke VPS agar performa website tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Web Hosting Skala Kecil<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika memiliki usaha jasa pembuatan website atau <em>web developer<\/em>, layanan VPS berguna untuk mengakomodir kebutuhan web hosting klien kalian. Kalian akan lebih leluasa untuk mengontrol berbagai website sesuai masing-masing kebutuhannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>File Hosting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Layanan VPS juga dapat membantu kalian adalam mengamankan berbagai data yang dimiliki. Dikarenakan VPS memungkinan kalian untuk menyimpan file berukuran besar yang dapat diakses secara pribadi maupun diakses para pengunjung website.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Remote Desktop<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>VPS juga dapat memberikan keleluasaan untuk mengakses dan menggunakan komputer atau server secara <em>remote<\/em>, artinya kalian memiliki kontrol penuh terhadap berbagai server tanpa adanya batas lokasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <strong>VPS Sebagai VPN<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>VPS sebagai VPN bisa digunakan apabila kalian memiliki usaha atau organisasi yang membutuhkan jaringan <em>private <\/em>bagi kalian sendiri maupun karyawan. VPS sebagai VPN ini berguna untuk menyimpan data-data penting dan dapat melakukan pertukaran data dengan aman selama dalam jaringan VPN tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. <strong>Server Percobaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Layanan VPS biasanya memberikan harga yang relatif murah sehingga kalian bisa mendapatkan fitur-fitur yang cukup untuk server tahap percobaan. Apabila kalian sedang dalam tahap pengembangan <em>software<\/em>, aplikasi, sistem operasi atau <em>framework<\/em>, VPS akan sangat membantu untuk keperluan <em>testing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Memilih VPS Terbaik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay, selanjutnya akan diberikan beberapa tips yang dapat digunakan sebagai referensi dalam memilih VPS. Berikut ini <strong>tips cara memilih VPS yang baik:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sesuaikan dengan kebutuhan visitor<\/li><li>Memperhitungkan bandwidth dan kecepatan server<\/li><li>Mempertimbangkan resource dan teknologi<\/li><li>Kualitas hardware<\/li><li>Keamanan data<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menggunakan VPS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apakah kalian masih kurang paham terkait dengan bagaimana cara penggunaan dan pengoperasian dari VPS itu sendiri? Nah, berikut ini langkah-langkah cara menggunakan VPS:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Login VPS via <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-mengakses-ssh-cpanel\/\">SSH <\/a>access<\/li><li>Update server<\/li><li>Buat akun baru dan ubah hak aksesnya<\/li><li>Aktifkan public key authentication<\/li><li>Setup firewall untuk VPS<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Managed Cloud VPS Jetorbit?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengapa kalian membutuhkannya?<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cloud VPS Managed<\/a> adalah cloud vps yang dikelola Jetorbit, termasuk dan tidak terbatas pada: installasi os, installasi aplikasi, tuning server, hardening security server, load balancing, high availability, clustering, dan email.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, tugas kami adalah membuat website atau aplikasi kalian siap pakai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait performance, menggunakan virtualisasi KVM, E5 CPU dan SSD Disk yang menjamin website kalian lebih cepat. Welcome to the speedforce!<\/p>\n\n\n\n<p>Amankan transaksi website kalian dengan SSL yang didapatkan gratis dari Jetvm.com! Fitur HTTP\/2 menjadikan website anda lebih cepat dibanding https biasa!<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, kalian juga bisa melakukan kostumisasi sesuai kebutuhan untuk menunjang website kalian. Load balancing, High availability &amp; clustering? Bisa banget!<\/p>\n\n\n\n<p>Bingung mau paket VPS yang mana yang ingin kalian gunakan? Tak usah bingung, langsung kunjungi saja website Jetorbit dan silakan pilih sesuai kebutuhan kalian!<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan mengenai jenis VPS, tips memilih VPS, dan cara menggunakannya. Semoga artikel di atas dapat memberikan gambaran terkait pentingnya peran Virtual Private Server dalam menunjang performa website. Semoga bermanfaat, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi kalian yang telah terjun ke dunia IT nih, tentu tak asing lagi dengan VPS, kan? Virtual Private Server atau VPS adalah salah satu jenis web hosting yang biasa digunakan untuk mengakomodir pembuatan website. Lalu, apa saja jenis VPS berdasarkan virtualisasinya? Okay, simak ya artikel Kenali Jenis-Jenis VPS dan Tips Memilih VPS Terbaik Jenis-jenis VPS &#8230; <a title=\"Kenali Jenis-Jenis VPS dan Tips Memilih VPS Terbaik\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/jenis-vps-dan-tips-memilih-vps\/\" aria-label=\"Read more about Kenali Jenis-Jenis VPS dan Tips Memilih VPS Terbaik\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10763,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,518,7,3263,3265,3266,3264],"class_list":["post-10556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-fungsi-vps","tag-hosting-murah","tag-jenis-vps","tag-memilih-vps","tag-menggunakan-vps","tag-vps-terbaik","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10556"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10922,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10556\/revisions\/10922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}