{"id":10314,"date":"2022-05-28T01:05:00","date_gmt":"2022-05-27T18:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=10314"},"modified":"2022-08-18T11:34:07","modified_gmt":"2022-08-18T04:34:07","slug":"mengenal-pseudocode-untuk-developer-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-pseudocode-untuk-developer-pemula\/","title":{"rendered":"Yuk Mengenal Pseudocode untuk Developer Pemula, Fungsi, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Halo, Orbiters! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang <em>pseudocode<\/em>. Mungkin <em>pseudocode <\/em>adalah istilah yang sudah familiar untuk para pengembang <em>software<\/em>. Jika kalian merasa kesulitan dalam belajar menulis kode program, kalian bisa memulainya dengan menggunakan <em>pseudocode<\/em>. Penasaran, kah? Simak artikel Yuk <strong>Mengenal Pseudocode Untuk Developer Pemula, Fungsi, dan Contohnya<\/strong> dengan tuntas ya.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Pseudocode\u00a0<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Istilah <em>pseudocode <\/em>terdiri dari dua gabungan kata, yaitu kata <em>pseudo <\/em>yang berarti semu dan kata <em>code <\/em>yang berarti kode. <em>Pseudocode <\/em>atau kode semu dapat diartikan sebagai deskripsi dari algoritma pemrograman yang dituliskan secara sederhana dibandingkan dengan sintaksis bahasa pemrograman. Tujuannya adalah agar lebih mudah dibaca dan dipahami manusia.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Pseudocode <\/em>bukanlah sebuah bahasa pemrograman karena sebuah bahasa pemrograman harus memiliki aturan dalam penulisan kodenya. Sementara <em>pseudocode <\/em>sendiri tidak memiliki aturan yang spesifik atau baku dalam penulisannya makanya ia tidak dikategorikan sebagai bahasa pemrograman.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kalian dapat membuat <em>pseudocode <\/em>ini sebelum mulai menulis sintaks dengan bahasa pemrograman. Hal tersebut bertujuan agar kalian mendapatkan gambaran bagaimana alur dari program yang akan dibuat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ciri-Ciri dari Pseudocode\u00a0<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berikut beberapa ciri dari <em>pseudocode<\/em>:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li><em>Pseudocode <\/em>memiliki tanda atau notasi yang mirip yang menunjukan penyelesaian suatu masalah dengan lebih mendetail.<\/li>\r\n<li><em>Pseudocode <\/em>biasanya digunakan oleh <em>programmer <\/em>untuk menunjukan algoritma yang digunakan untuk penyelesaian suatu masalah.<\/li>\r\n<li><em>Pseudocode <\/em>berisi langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah tanpa mengarah pada suatu bahasa pemrograman tertentu.<\/li>\r\n<li>Dalam penggunaannya, tidak ada aturan baku yang harus diikuti oleh pembuat <em>pseudocode<\/em>.<\/li>\r\n<li><em>Pseudocode <\/em>pada dasarnya memiliki kemiripan dengan bahasa pemrograman namun bahasa ini lebih mudah dipahami oleh orang awam dan biasanya lebih ringkas.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Pseudocode<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"744\" height=\"389\" class=\"wp-image-10316 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-1.png\" alt=\"mengenal pseudocode untuk developer pemula 1\" \/><\/a><\/figure><\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Berikut ini beberapa fungsi dari <em>pseudocode<\/em>:\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Sebagai alat yang digunakan untuk dokumentasi suatu program.<\/li>\r\n<li>Mempermudah pengguna untuk dapat memahami cara penyelesaian masalah yang akan diimplementasikan pada program.<\/li>\r\n<li>Membantu <em>programmer <\/em>untuk menuliskan algoritma dalam bahasa pemrograman.<\/li>\r\n<li>Menunjukan gambaran kerumitan dari penyelesaian suatu masalah sehingga dapat merencanakan struktur bahasa pemrograman yang akan digunakan.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Struktur PseudoCode<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"680\" class=\"wp-image-10317 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-2.png\" alt=\"mengenal pseudocode untuk developer pemula 2\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-2.png 1024w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-2-800x531.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Secara umum, struktur penulisan <em>pseudocode <\/em>dibagi menjadi 3 bagian. Berikut ini struktur <em>pseudocode<\/em>:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Bagian judul<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Bagian judul ini berisi judul algoritma. Biasanya bagian ini diawali dengan kata \u201cprogram\u201d. Lalu, diikuti dengan nama algoritma. Pada umumnya, nama algoritma hanya terdiri dari satu kata jika nama yang terkandung lebih dari satu kata penulisan disatukan. Artinya, jika terdiri lebih dari dua kata maka spasi ditiadakan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berikut ini aturan penulisan nama judul:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Judul tidak boleh terdapat spasi. Spasi bisa diganti dengan karakter \u201c_\u201d (<em>underscore<\/em>).<\/li>\r\n<li>Judul tidak boleh diawali dengan angka.<\/li>\r\n<li>Judul tidak boleh menggunakan istilah-istilah yang biasa digunakan sebagai <em>keyword <\/em>di bahasa pemrograman.<\/li>\r\n<li>Judul boleh menggunakan huruf besar, huruf kecil, dan kombinasinya selama tidak melanggar aturan diatas.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Bagian deskripsi<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Seperti namanya, bagian deskripsi ini digunakan untuk mendefinisikan atau mendeklarasikan jenis-jenis variabel yang akan digunakan dalam proses algoritma. Di dalam pemograman komputer sendiri terdapat beberapa variabel, seperti bilangan bulat, desimal, pecahan, dan sebagainya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Bagian implementasi<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Bagian implementasi ini bisa dikatakan sebagai bagian inti atau utama, yang mana merupakan bagian jalannya sebuah algoritma. Pada bagian ini terdapat sekumpulan perintah algoritma, perintahnya pun bisa berupa runtutan, kondisional ataupun perulangan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Notasi Pseudocode<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kalian juga harus mengetahui notasi apa saja yang digunakan untuk mengetahui proses yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa notasinya:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>INPUT<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Digunakan untuk menunjukan proses memasukan suatu isi variabel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>OUTPUT<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Digunakan untuk menunjukan proses keluaran yang terjadi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>WHILE<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Digunakan untuk sebuah perulangan yang memiliki iterasi awal.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>FOR<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Digunakan untuk sebuah perulangan perhitungan iterasi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>REPEAT \u2013 UNTIL<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Digunakan untuk sebuah perulangan yang memiliki kondisi akhir.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>IF \u2013 THEN \u2013 ELSE<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Digunakan untuk mengambil sebuah keputusan dari beberapa kondisi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Memulai Membuat Pseudocode<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Meski tidak ada standar untuk sintaks <em>pseudocode<\/em>, ada baiknya kalian memahami tips dasar dalam menulis <em>pseudocode<\/em>, di antaranya adalah:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li><strong>Gunakan Teks Editor<\/strong> \u2013 Sebaiknya kalian gunakan teks editor daripada aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word. hal ini karena teks editor akan membuat <em>pseudocode <\/em>lebih terlihat rapi, runut, dan ringkas.<\/li>\r\n<li><strong>Tulis Tujuan Proses<\/strong> \u2013 Dengan menuliskan satu atau dua baris untuk menjelaskan tujuan kode, kalian akan dapat dengan mudah melakukan pencarian dokumen pseudocode ini jika nantinya dibutuhkan. Selain itu, kalian juga bisa menghemat waktu karena kalian tidak perlu lagi menjelaskan tujuan program kepada setiap orang yang melihat <em>pseudocode <\/em>kalian.<\/li>\r\n<li><strong>Tulis Hanya Satu Pernyataan per Baris <\/strong>\u2013 Setiap pernyataan dalam <em>pseudocode <\/em>kalian harus\u00a0 berisi satu tindakan saja untuk komputer. Tujuannya agar kalian dapat fokus pada satu pemecahan masalah.<\/li>\r\n<li><strong>Gunakan Spasi Antar Blok<\/strong> \u2013 Kalian bisa menggunakan spasi di antara \u201cblok\u201d teks agar membantu komponen <em>pseudocode <\/em>tetap rapi.<\/li>\r\n<li><strong>Gunakan Huruf Besar Untuk Perintah (Jika Diperlukan)<\/strong> \u2013 Kalian mungkin perlu menggunakan huruf besar untuk perintah kunci seperti pada bahasa pemrograman aslinya. Misalnya, perintah \u201cif\u201d dan \u201cthen\u201d, kalian ubah menjadi \u201cIF\u201d dan \u201cTHEN\u201d.<\/li>\r\n<li><strong>Tulis Dengan Terminologi Sederhana<\/strong> \u2013 Perlu diingat bahwa <em>pseudocode <\/em>ditujukan untuk demonstrasi ke orang awam. Misalnya, pelanggan atau divisi nonteknis. Itu kenapa tulislah <em>pseudocode <\/em>dengan bahasa yang mudah dipahami.<\/li>\r\n<li><strong>Simpan Pseudocode Dengan Urutan yang Benar <\/strong>\u2013 Meskipun <em>pseudocode <\/em>sederhana tapi kalian tetap harus menyimpan setiap bagian <em>pseudocode <\/em>sesuai urutan eksekusinya. Supaya ketika kalian ingin menggunakan <em>pseudocode<\/em>-nya lagi, tidak keliru menentukan urutannya.<\/li>\r\n<li><strong>Jadilah kreatif <\/strong>\u2013 <em>Pseudocode <\/em>hadir untuk menjelaskan setiap proses secara lengkap. Pernyataan <em>pseudocode <\/em>sebenarnya mendekati pada pernyataan bahasa sehari-hari. Beberapa <em>programmer <\/em>malah menulis <em>pseudocode <\/em>tanpa menggunakan variabel tapi menjelaskan apa yang harus dilakukan program. Misalnya, menulis nomor rekening, nama hari\/bulan, atau jumlah transaksi.<\/li>\r\n<li><strong>Gunakan Notasi Standar Pemrograman<\/strong> \u2013 Meskipun tidak ada standar untuk <em>pseudocode <\/em>tapi alangkah baiknya jika kalian menggunakan standar notasi bahasa pemrograman tertentu. Sebab ini akan akan lebih memudahkan <em>programmer <\/em>lain untuk memahami langkah kalian.\u00a0<\/li>\r\n<li><strong>Atur Setiap Bagian-Bagian (Sections)<\/strong> \u2013 Jika <em>pseudocode <\/em>kalian memiliki bagian-bagian (Sections) yang besar maka kalian bisa menggunakan tanda kurung atau simbol lain untuk menyimpan semuanya. Hal ini digunakan agar pembaca tidak kebingungan saat melihat dan memahami <em>pseudocode <\/em>kalian.<\/li>\r\n<li><strong>Periksa Kembali Keterbacaan Pseudocode<\/strong> \u2013 Jika kalian telah menyelesaikan <em>pseudocode<\/em>-nya, kalian harus mengecek apakah <em>pseudocode <\/em>yang telah kalian buat sudah jelas dan mudah dipahami. Lalu, kalian juga bisa pastikan bahwa logika dalam pseudocode tersebut bisa dikonversi ke dalam bahasa pemrograman.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Pseudocode untuk Penyelesaian Masalah Sederhana<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Okay, silakan para Orbiters agar dapat memperhatikan beberapa contoh penulisannya sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Pseudocode untuk Menghitung Luas Segitiga<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Untuk menghitung luas segitiga, kalian dapat menggunakan rumus LABC=1\/2*alas*tinggi. Agar langkah penyelesaian dapat dilakukan dengan <em>pseudocode <\/em>maka dapat ditentukan terlebih dahulu untuk alas segitiga adalah 10 dengan tinggi 15. Dengan <em>pseudocode<\/em>, maka langkah penyelesaiannya dapat dituliskan sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>program hitung_luas_segitiga<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>deklarasi<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>vari luas,alas,tinggi:integer;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>algoritma:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>alas=10;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>tinggi=15;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>luas=1\/2 * alas * tinggi<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>write(luas)<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Pseudocode untuk Menghitung dan Keliling Persegi Panjang<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Terdapat sebuah persegi panjang yang perlu dihitung luasnya. Tentunya kalian sudah mengetahui bahwa luas persegi panjang dapat ditemukan dengan\u00a0 menggunakan rumus Luas = panjang x lebar. Langkah menghitung luas persegi panjang dengan <em>pseudocode <\/em>adalah sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>program hitung_luas_persegi_panjang<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>deklarasi<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>var panjang, lebar, luas:integer;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>algoritma:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>read (panjang);<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>read (lebar);<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>luas= panjang* lebar;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>write(luas);<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Pseudocode untuk Luas Trapesium<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Seperti yang kita tahu rumus keliling dari Trapesium adalah<strong> K = AB + BC + CD + AD<\/strong> sedangkan rumus luasnya adalah <strong>L = (AB + CD) x t \/ 2<\/strong>. Misalkan pada gambar di bawah ini diketahui:<\/p>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"471\" class=\"wp-image-10318 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-3.png\" alt=\"mengenal pseudocode untuk developer pemula 3\" \/><\/a><\/figure><\/div>\r\n\r\n\r\n<p>AB = 12<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>BC = 6<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>CD = AD = 10<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>t = 8<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Maka dalam penulisan <em>pseudocode <\/em>sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>program hitung_luas_trapesium<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>deklarasi<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>var luas, ab, cd, t:integer;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>algoritma:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>ab &lt;&#8211; 12;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>cd &lt;&#8211; 10;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>t &lt;&#8211; 8;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>luas &lt;&#8211; 1\/2 * ab * cd * t;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>write &lt;&#8211; luas ;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kode diatas terdiri dari judul: <strong>program hitung_luas_trapesium<\/strong>, deklarasi: <strong>var luas, ab, cd, t:integer;<\/strong>, dan inti dari algoritma yaitu: <strong>ab &lt;\u2013 12; cd &lt;\u2013 10; t &lt;\u2013 8; luas &lt;\u2013 1\/2 * ab * cd * t;<\/strong>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Pseudocode untuk Menghitung Luas Lingkaran<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"576\" class=\"wp-image-10319 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Mengenal-Pseudocode-untuk-Developer-Pemula-4.png\" alt=\"mengenal pseudocode untuk developer pemula 4\" \/><\/a><\/figure><\/div>\r\n\r\n\r\n<p>Rumus keliling dan luas lingkaran adalah <strong>L = \u03c0 \u00d7 d\u00b2\/4 = \u03c0 \u00d7 r\u00b2<\/strong> sedangkan untuk keliling lingkaran adalah <strong>K = \u03c0 \u00d7 d = 2 \u00d7 \u03c0 \u00d7 r<\/strong>. Untuk menghitung diameter lingkaran kita bisa menghitungnya dengan rumus <strong>D = 2 x r<\/strong>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Untuk membuat Algoritma <em>Pseudocode <\/em>dalam menghitung luas lingkaran, kalian bisa menggunakan pendekatan bahasa pemrograman pascal, yaitu jari-jari lingkaran dimasukkan oleh penggunanya dan hasilnya dicetak sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>program hitung_luas_lingkaran<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>deklarasi<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>var phi : float;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>var r,luas:integer;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>algoritma:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>phi &lt;&#8211; 3.14;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>read(r); {diinput user}<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>luas &lt;&#8211; phi * r *r;<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>write(luas);<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Okay, jadi bisa disimpulkan bahwa <em>pseudocode <\/em>adalah sebuah deskripsi penulisan algoritma dengan bahasa yang mudah dipahami dan bersifat umum. Kini, kalian bisa menggunakan penulisan kode tersebut saat pemrograman. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Oia, kenalan yuk sama Aplikasi Ujian Online milik Jetorbit,<a href=\"https:\/\/ujione.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ujione<\/a>! Berbasis Cloud Pertama di Indonesia! Jadi, bisa melaksanakan ulangan harian, quiz, ujian akhir dan tugas bisa dari aplikasi Android, IOS dan juga Web. kalian tidak perlu menyiapkan perangkat server\/hosting lagi, lho. Pokoknya mudah!\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain itu, kami juga menyediakan<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> VPS<\/a>, lho.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Orbiters! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pseudocode. Mungkin pseudocode adalah istilah yang sudah familiar untuk para pengembang software. Jika kalian merasa kesulitan dalam belajar menulis kode program, kalian bisa memulainya dengan menggunakan pseudocode. Penasaran, kah? Simak artikel Yuk Mengenal Pseudocode Untuk Developer Pemula, Fungsi, dan Contohnya dengan tuntas ya.\u00a0 Pengertian Pseudocode\u00a0 &#8230; <a title=\"Yuk Mengenal Pseudocode untuk Developer Pemula, Fungsi, dan Contohnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-pseudocode-untuk-developer-pemula\/\" aria-label=\"Read more about Yuk Mengenal Pseudocode untuk Developer Pemula, Fungsi, dan Contohnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10666,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3185,3190,283,3186,7,3189,3188,3184,3187],"class_list":["post-10314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-ciri-pseudocode","tag-contoh-pseudocode","tag-domain-murah","tag-fungsi-pseudocode","tag-hosting-murah","tag-memulai-pseudocode","tag-notasi-pseudocode","tag-pengertian-pseudocode","tag-struktur-pseudocode","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10314"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11677,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10314\/revisions\/11677"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}