{"id":10217,"date":"2022-05-21T02:02:00","date_gmt":"2022-05-20T19:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=10217"},"modified":"2022-06-17T13:39:35","modified_gmt":"2022-06-17T06:39:35","slug":"langkah-mudah-membuat-plugin-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/langkah-mudah-membuat-plugin-wordpress\/","title":{"rendered":"5 Langkah Mudah Membuat Plugin WordPress Sederhana"},"content":{"rendered":"\n<p>Hi, Orbiters! Adakah yang hobi menginstal plugin di website WordPress? Nah, bisa jadi di antara kalian ada yang penasaran, bagaimana sih cara membuat plugin WordPress? Jika kalian ingin belajar cara membuat plugin sederhana, caranya tidak terlalu sulit, lho. Kalian hanya perlu text editor seperti Notepad++, Akses FTP ke akun hosting, dan website WordPress yang aktif. Tak usah berlama-lama, yuk simak <strong>5 Langkah Mudah Membuat Plugin WordPress Sederhana<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Plugin WordPress<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Plugin WordPress adalah sekumpulan kode yang dapat menambahkan fitur pada website WordPress. Kumpulan kode ini terdiri dari kombinasi PHP, HTML, CSS, JavaScript\/jQuery, atau bahasa pemrograman lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Plugin WordPress bersifat independen sehingga tidak mengubah kode utama websitenya. Selain itu, plugin juga dapat diinstal pada semua website yang menggunakan WordPress.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa melakukan perubahan pada WordPress adalah dengan membuat <em>function <\/em>baru pada file functions.php, yang tersimpan pada folder \/wp-includes\/, atau pada file functions.php tema. Namun, cara ini tidak disarankan ketika membuat plugin WordPress.<\/p>\n\n\n\n<p>WordPress dan <em>template <\/em>akan menerima <em>update <\/em>terbaru secara berkala sehingga ketika file functions.php diperbarui ketika dilakukan <em>update <\/em>maka <em>code <\/em>yang dibuat akan terhapus.<\/p>\n\n\n\n<p>Lain dengan plugin, karena scriptnya tidak akan terhapus ketika dilakukan <em>update <\/em>pada WordPress atau <em>template<\/em>. Selain itu, jika <em>code <\/em>plugin kalian mengalami <em>error<\/em>, hanya perlu menonaktifkan plugin dan <em>error <\/em>akan segera teratasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5 Langkah Mudah Membuat Plugin WordPress Sederhana&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penasaran cara mudah membuat plugin WordPress? Okay, ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 1: Buat Folder Plugin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, kalian perlu membuat folder untuk menyimpan semua file dari plugin yang kalian buat. Pluginnya sendiri akan tersimpan pada folder <strong>\/wp-content\/plugins\/<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Akses hosting kalian menggunakan FileZilla.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Lalu akses folder <strong>wp-content =&gt; plugins<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"467\" height=\"181\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-1.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 1\" class=\"wp-image-10233\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>3. Buat folder baru dengan nama <strong>plugin-pertamaku<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"404\" height=\"259\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-2.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 2\" class=\"wp-image-10234\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Jika kalian ingin membuat plugin dengan beberapa file CSS, kalian perlu membuat folder dengan nama CSS di dalam folder plugin yang dibuat. Sama halnya jika kalian ingin menggunakan JavaScript.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 2: Buat File Pertama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>File pertama untuk plugin kalian sangatlah penting karena isinya adalah semua informasi yang dibutuhkan WordPress untuk menampilkan pluginnya.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Silakan buat file dengan nama <strong>plugin-pertamaku.php<\/strong> di dalam folder <strong>plugin-pertamaku<\/strong>. Disarankan kalian membuat nama file pertama sama dengan nama folder plugin.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"386\" height=\"277\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-3.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 3\" class=\"wp-image-10235\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>2. Klik kanan pada file <strong>plugin-pertamaku.php<\/strong>, pilih <strong>View\/Edit<\/strong> lalu tambahkan pada baris pertama tag PHP pembuka yaitu <strong>&lt;?php<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"219\" height=\"109\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-4.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 4\" class=\"wp-image-10236\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>3. Masukkan komentar pertama sesuai dengan nama plugin, diawali dengan tanda <strong>`\/*` <\/strong>dan diakhiri dengan tanda<strong> `*\/`<\/strong>, seperti kode di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;?php<\/p>\n\n\n\n<p>\/*<\/p>\n\n\n\n<p>Plugin Name: Plugin Pertamaku<\/p>\n\n\n\n<p>*\/<\/p>\n\n\n\n<p>4. Silakan <strong>simpan file<\/strong> tersebut dan pastikan bahwa kalian menyimpannya dalam folder <strong>plugin-pertamaku<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Untuk melihat perubahan, silakan login ke <em>dashboard <\/em>WordPress kalian kemudian akses menu <strong>Plugins =&gt; Installed Plugins<\/strong> dan akan kalian lihat plugin yang dibuat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"458\" height=\"144\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-5.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 5\" class=\"wp-image-10237\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>6. Setelah menambahkan nama, selanjutnya kalian perlu menambahkan <strong>deskripsi<\/strong>, <strong>nama kalian<\/strong>, <strong>link ke website kalian<\/strong>, <strong>versi plugin<\/strong>, dan lain-lain. Saat ini akan ditambahkan deskripsi dan nama terlebih dahulu. Berikut ini adalah kodenya.<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;?php<\/p>\n\n\n\n<p>\/*<\/p>\n\n\n\n<p>Plugin Name: Plugin Pertamaku<\/p>\n\n\n\n<p>Description: Ini adalah plugin pertamaku! Ini membuat menu admin baru!<\/p>\n\n\n\n<p>Author: Nama Kalian<\/p>\n\n\n\n<p>*\/<\/p>\n\n\n\n<p>7. Setelah file di-update, silakan <em>refresh <\/em>halaman plugin. Kalian akan melihat deskripsi serta nama seperti gambar di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-6.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"990\" height=\"132\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-6.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 6\" class=\"wp-image-10238\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-6.png 990w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-6-800x107.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 990px) 100vw, 990px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 3: Buat Function Plugin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara terbaik ketika membuat plugin adalah dengan memisahkan kode ke dalam file dan folder yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Pada folder utama plugin yang bernama <strong>plugin-pertamaku<\/strong>, silakan buat folder baru dengan nama <strong>includes<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Di dalam folder includes, silakan buat file dengan nama <strong>pp-functions.php<\/strong>. File ini akan menyimpan semua function dari plugin kalian.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"425\" height=\"232\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-7.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 7\" class=\"wp-image-10239\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>3. Tambahkan tag PHP pembuka di baris pertama <strong>&lt;?php <\/strong>di dalam file <strong>pp-functions.php<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Silakan buka kembali file <strong>plugin-pertamaku.php<\/strong> yang berada di dalam folder plugin yang dibuat.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Masukkan kode di bawah ini ke dalam file plugin-pertamaku.php untuk memperbarui kode sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;?php<\/p>\n\n\n\n<p>\/*<\/p>\n\n\n\n<p>Plugin Name: Plugin Pertamaku<\/p>\n\n\n\n<p>Description: Ini adalah plugin pertamaku! Ini membuat menu admin baru!<\/p>\n\n\n\n<p>Author: Nama Kalian<\/p>\n\n\n\n<p>*\/<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/ Include pp-functions.php, gunakan require_once untuk menghentikan script jika file pp-functions.php tidak ditemukan<\/p>\n\n\n\n<p>require_once plugin_dir_path(__FILE__) . &#8216;includes\/pp-functions.php&#8217;;<\/p>\n\n\n\n<p>6. Silakan kembali lagi ke file <strong>pp-functions.php<\/strong> yang berada di dalam subfolder includes. Pastikan kalian mengelompokkan <em>function <\/em>sejenis serta menambahkan baris komentar di setiap kelompok <em>function<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>7. Nama function yang akan dibuat adalah <strong>pp_Tambah_Link_Admin()<\/strong>. <em>Function <\/em>tersebut akan menambahkan link pada menu navigasi dashboard admin WordPress.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah urutannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Buat komentar untuk menjelaskan function<\/li><li>Nama dari function<\/li><li>Tulis function<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>8. Silakan edit file pp-functions.php dan tambahkan kode di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;?php<\/p>\n\n\n\n<p>\/*<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;* Menambah menu baru di dashboard admin WordPress<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;*\/<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/ Menambahkan link menu di dashboard admin WordPress<\/p>\n\n\n\n<p>function pp_Tambah_Link_Admin()<\/p>\n\n\n\n<p>{<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\/\/ code diletakkan di sini<\/p>\n\n\n\n<p>}<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam <em>function<\/em>, kalian perlu menggunakan function built-in <strong>add_menu_page()<\/strong> untuk membuat nama pada <strong>menu<\/strong>, <strong>judul<\/strong>, serta menentukan <strong>siapa yang dapat melihatnya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah parameter utama yang diperlukan dari <strong>add_menu_page()<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Judul yang terlihat pada halaman ketika link diklik.<\/li><li>Tulisan yang ditampilkan pada menu plugin (nama plugin kalian).<\/li><li>Persyaratan pengguna untuk dapat melihat menu.<\/li><li>File yang digunakan untuk menampilkan halaman (file <strong>pp-halaman-pertama-daw.php<\/strong> di dalam subfolder <strong>includes<\/strong>)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebelum ke langkah selanjutnya, perlu diketahui cara lain menggunakan <em>function <\/em>tersebut. Parameter keempat dapat berupa text string yang ditampilkan pada URL setelah \u2018<strong>wp-admin\/admin.php?page=<\/strong>\u2018.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kalian mengakses \u2018<strong>halaman-plugin<\/strong>\u2018 maka url akan menjadi \u2018wp-admin\/admin.php?page=halaman-plugin\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>9. Edit file <strong>pp-functions.php<\/strong> lalu hapus baris \/\/ code diletakkan di sini, ganti dengan <strong>add_menu_page() <\/strong>dan tambahkan parameter seperti kode di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;?php<\/p>\n\n\n\n<p>\/*<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;* Menambah menu baru di dashboard admin WordPress<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;*\/<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/ Menambahkan link menu di dashboard admin WordPress<\/p>\n\n\n\n<p>function pp_Tambah_Link_Admin()<\/p>\n\n\n\n<p>{<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;add_menu_page(<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;Halaman Pertama&#8217;, \/\/ Judul dari halaman<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;Plugin Pertamaku&#8217;, \/\/ Tulisan yang ditampilkan pada menu<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;manage_options&#8217;, \/\/ Persyaratan untuk dapat melihat link<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;my-plugin-page&#8217;, \/\/ slug dari file untuk menampilkan halaman ketika menu link diklik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;tampil&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;);<\/p>\n\n\n\n<p>}<\/p>\n\n\n\n<p>function tampil()<\/p>\n\n\n\n<p>{<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;require_once &#8216;mfp-first-acp-page.php&#8217;;<\/p>\n\n\n\n<p>}<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya <em>function <\/em>di atas dapat dijalankan, dibutuhkan untuk menggunakan <em>function <\/em>WordPress <strong>add_action() <\/strong>dengan dua parameter yang ditambahkan ke Action Hook.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Parameter pertama adalah action hook yang ingin ditargetkan. Pada kasus ini action hook adalah <strong>admin_menu<\/strong>, yang berarti <em>function <\/em>tersebut akan dijalankan ketika menu admin di-generate.<\/li><li>Parameter kedua adalah memberi nama function yang akan dijalankan. Function tersebut akan diberi nama <strong>pp_Tambah_Link_Admin<\/strong>. Scriptnya sendiri akan terlihat seperti berikut ini:<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>&lt;?php<\/p>\n\n\n\n<p>\/*<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;* Menambah menu baru di dashboard admin WordPress<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;*\/<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/ Hubungkan action hook &#8216;admin_menu&#8217;, jalankan function bernama &#8216;pp_Tambah_Link_Admin()&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p>add_action( &#8216;admin_menu&#8217;, &#8216;pp_Tambah_Link_Admin&#8217; );<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/ Menambahkan link menu di dashboard admin WordPress<\/p>\n\n\n\n<p>function pp_Tambah_Link_Admin()<\/p>\n\n\n\n<p>{<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;add_menu_page(<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;Halaman Pertama&#8217;, \/\/ Judul dari halaman<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;Plugin Pertamaku&#8217;, \/\/ Tulisan yang ditampilkan pada menu<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;manage_options&#8217;, \/\/ Persyaratan untuk dapat melihat link<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;my-plugin-page&#8217;, \/\/ slug dari file untuk menampilkan halaman ketika menu link diklik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&#8216;tampil&#8217;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;);<\/p>\n\n\n\n<p>}<\/p>\n\n\n\n<p>function tampil()<\/p>\n\n\n\n<p>{<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;require_once &#8216;mfp-first-acp-page.php&#8217;;<\/p>\n\n\n\n<p>}<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, unggah file <strong>pp-functions.php<\/strong> ke dalam folder <strong>includes <\/strong>dan timpa file sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 4: Buat Halaman Admin Baru<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah berikutnya adalah membuat halaman plugin untuk menampilkan halaman ketika link dari menu admin diklik.<\/p>\n\n\n\n<p>Silakan buka kembali subfloder <strong>includes <\/strong>dan buat file PHP baru dengan nama <strong>pp-halaman-pertama-daw.php<\/strong>. Selanjutnya, letakkan kode di bawah ini ke dalam file tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;div class=&#8221;wrap&#8221;&gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&lt;h1&gt;Halo!&lt;\/h1&gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&lt;p&gt;Ini adalah halaman plugin pertamaku&lt;\/p&gt;<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;\/div&gt;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kalian membuat halaman admin, WordPress merekomendasikan kalian untuk menyertakan HTML dengan <strong>div <\/strong>dan memberinya class \u201c<strong>wrap<\/strong>\u201c, seperti yang terlihat pada kode di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari hal ini adalah untuk memastikan semua konten kalian muncul di tempat yang seharusnya, seperti halaman admin lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 5: Lakukan Pengecekan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada langkah ini, proses membuat plugin WordPress sudah selesai dilakukan. Silakan akses halaman Plugins di <em>dashboard <\/em>WordPress lalu aktifkan plugin yang telah dibuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, silakan klik menu yang berada di sebelah kiri dengan nama Plugin Pertamaku. Kalian akan melihat tampilan halaman seperti gambar di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-8.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"576\" height=\"491\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-Langkah-Mudah-Membuat-Plugin-WordPress-Sederhana-8.png\" alt=\"membuat plugin wordpress sederhana 8\" class=\"wp-image-10240\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Okay, jika percobaan yang dilakukan sudah berhasil menampilkan halaman dari plugin, artinya kalian sudah memulai langkah pertama untuk membuat plugin WordPress dengan fitur lengkap. Yeayy, selamat!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Siapa nih yang mau dapat uang jajan tambahan? Wah, kalian mesti&nbsp; gabung ke<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\"> Afiliasi Jetorbit<\/a>. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun. Tenang, kami juga menyediakan<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> VPS<\/a> yang tentu bisa kalian pilih sesuai kebutuhan kalian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hi, Orbiters! Adakah yang hobi menginstal plugin di website WordPress? Nah, bisa jadi di antara kalian ada yang penasaran, bagaimana sih cara membuat plugin WordPress? Jika kalian ingin belajar cara membuat plugin sederhana, caranya tidak terlalu sulit, lho. Kalian hanya perlu text editor seperti Notepad++, Akses FTP ke akun hosting, dan website WordPress yang aktif. &#8230; <a title=\"5 Langkah Mudah Membuat Plugin WordPress Sederhana\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/langkah-mudah-membuat-plugin-wordpress\/\" aria-label=\"Read more about 5 Langkah Mudah Membuat Plugin WordPress Sederhana\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10695,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,3144,113],"class_list":["post-10217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-membuat-plugin","tag-plugin-wordpress","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10217"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10696,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10217\/revisions\/10696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}